Kampung Vertikal, Usaha Menata Kesemrawutan Pemukiman

Jia Xiang-Biro Arsitek ‘SHAU’ bekerjasama dengan Erasmus Huis dan Pemprov. DKI Jakarta menggelar even internasional yang berfokus pada eksplorasi kreatif desain dengan konsep ”Kampung Vertikal”. Acara tersebut berlangsung di Gedung Kedutaan Besar Belanda, Jakarta, Minggu (7/7/13).

Berbagai kegiatan yang digelar diantaranya Master Class, Conference dan Exhibition.

Master Class sendiri dipandu oleh beberapa arsitek Indonesia dan asing seperti Nanne de Ru (Belanda, Pitupong Chaowakul Thailand) dan beberapa peneliti seperti Stephen Cairs (Singapura), Bin Kim (Korea) dan Yonathan Pasodung (Indonesia).

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk  meningkatkan kesadaran masyarakat umum, profesional dan akademisi mengenai Kampung Vertikal, ” kata panitia kegiatan, Anis kepada Jia Xiang Hometown, Minggu (7/7/13) di Erasmus Huis.

Lebih lanjut menurut Anis, di situ juga diadakan Master class yang diikuti oleh desainer, arsitek, peneliti, mahasiswa, insinyur dan komunitas arsitektur. Diharapkan mereka dapat  bekerja sama dalam tim untuk membuat desain yang kreatif dalam membangun Jakarta.

Dari pantauan Jia Xiang Hometown, kegiatan itu banyak diminati mahasiswa jurusan arsitek meskipun harus membayar seratus ribu rupiah untuk mengikuti kegiatan Master Class.

Aditya, mahasiswa jurusan arsitek dari Institute Nasional Bandung mengatakan kepada Jia Xiang Hometown  bahwa dirinya hadir di situ untuk menambah pengalaman dibidang seni desain dan arsitek.

“Saya senang mengikuti kegiatan ini karena memperoleh banyak hal menarik tentang  berbagai hasil riset Kampung Vertikal” kata Aditya.

Aditya juga menambahkan bahwa dirinya sependapat dengan presentasi yang disampaikan arsitek Eko Prawoto dari Universitas Gajah Mada.

Menurut Eko Prawoto, ada banyak hal di dalam sebuah kampung,  sehingga tidak terlalu mudah  mengubah wajah sebuah kampung menjadi kampung vertikal. Intinya sulit mewujudkan kampung vertikal.[A1/W1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here