Kasus Ekstradisi Guncang Lagi Hubungan Cina-Taiwan

(Foto: JX/VOA)

BEIJING, JIA XIANG – Hubungan antara Cina dan Taiwan, yang sudah lama bersaing, telah diguncang lagi oleh kasus ekstradisi dan penafsiran ulang Beijing mengenai satu hari libur politik Taiwan, yang mengeruhkan setiap prospek dialog atau kerjasama.

Cina diprotes oleh pemerintahan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen pekan lalu ketika Taiwan mendapati bahwa Spanyol akan mengirim sekitar 200 warga Taiwan ke Cina atas kecurigaan melakukan penipuan melalui telepon.

Pihak berwenang Spanyol dan Cina mendapati bahwa bulan Desember para tersangka telah menggunakan Spanyol sebagai pangkalan untuk menipu para korban di Cina daratan.

Dalam kasus lain, Cina menentang motif yang melatarbelakangi satu hari libur tahunan Taiwan yang memperingati awal masa yang maut dalam sejarah 70 tahun yang lalu.

Isu-isu baru seperti kasus penipuan dan pertentangan hari libur itu akan menangguhkan peluang, yang sudah suram, untuk mencapai hubungan yang lebih baik antara China komunis dan pemerintahan partai DPP  (Partai Demokrat Progresif)  Presiden Taiwan Tsai, kata para analis.

“Ini hanya akan akhirnya membuat sebagian besar anggota DPP atau para pemimpinnya menyadari pendekatan yang sekarang tidak akan menghasilkan apapun,” kata Lin Chong-pin, pensiunan profesor pengkajian strategi dari Universitas Tamkang di Taiwan.

Cina memandang Taiwan sebagai bagian wilayahnya sejak perang saudara Cina tahun 1940-an, walaupun masing-masing mempunyai pemerintah sendiri. [JX/VOA/Eka]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here