Kasus Pembunuhan Kim Jong-nam, Malaysia Panggil Duta Besar Korut

Dubes Korea Utara untuk Malaysia Kang Chol (tengah). (Foto:JX/Rtr)

KUALA LUMPUR, JIA XIANG – Kementerian Luar Negeri Malaysia memanggil Duta Besar Korea Utara (Korut) untuk Malaysia, Senin (20/2/17),  terkait tuduhan yang dilontarkannya terhadap penyelidikan Malaysia mengenai kasus pembunuhan yang menimpa kakak tiri Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

Malaysia juga memanggil pulang duta besarnya dari Pyongyang untuk “berkonsultasi” , ujar Kementerian Luar Negeri Malaysia, dalam sebuah pernyataan.

Menurut Kementerian itu, Duta Besar Korut untuk Malaysia, Kang Chol, dipangguil untuk diminta menjelaskan mengenai tuduhan terhadap Pemerintah Malaysia yang diungkapkan dalam konferensi pers, pada Jumat (17/2/17).

“Dalam konferensi pers itu, Duta Besar, menyindir bahwa   ‘ada sesuatu yang disembunyikan’ Pemerintah Malaysia. Duta Besat itu juga menuduh Malaysia   ‘berkolusi dan bermain di tataran kekuatan eksternal’,” demikian pernyataan kementerian Luar Negeri Malaysia.

Sementara di sisi lain, Korea Selatan yakin bahwa rezim Korut terlibat dalam pembunuhan Kim Jong-nam di Kuala Lumpur.  Kakak tiri pemimpin Korut, Kim Jong-un, tewas dibunuh ketika sedang menunggu penerbangan di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Senin (13/2/17) pekan lalu.

“Kami yakin rezim Korea Utara berada di belakangan insiden  ini dengan mempertimbangkan empat tersangka adalah warga Korea Utara,” kata juru bicara Kementerian Penggabungan Korea Selatan.

Berbahasa Jepang

Pria berusia 45 tahun ini merupakan putra tertua mantan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-Il. Dia dikenal sebagai penggemar komputer, dia mahir berbahasa Jepang dan pernah bersekolah di Rusia dan Swiss.

Setelah menyelesaikan sekolah di luar negeri, Kim tinggal di Ibu Kota Pyongyang dan mendapat jabatan bertanggung jawab atas kebijakan teknologi informasi Korea Utara.  Namun dia meninggalkan Korea Utara setelah tidak mendapat tongkat kepemimpinan Korea Utara karena ayahnya memutuskan dia sebaiknya tidak memimpin negara itu.

Dalam beberapa tahun belakangan, dia diyakini menghabiskan waktunya di Cina dan Malaysia. Kim Jong-nam merupakan anak Kim Jong-Il dari hubungan tidak resminya dengan Sung Hae-Rim, aktris kelahiran Korea Selatan yang meninggal dunia di Moskow

Dalam konferensi pers, Minggu (19/2/17), Wakil Kepala Polisi Malaysia, Noor Rashid Ismail, mengatakan tersangka empat warga Korea Utara yang terlibat dalam pembunuhan Jong-nam yang masih dicari adalah Ri Ji Hyon (33 tahun), Hong Song Hac (34), O Jong Gil (55), dan Ri Jae Nam (57).  Mereka meninggalkan Malaysia Senin (13/2/17),  tepat di hari kematian Jong-nam dan masuk ke Malaysia dalam waktu berbeda selama dua pekan sebelumnya.

“Saya tidak mau mengungkapkan mereka berada di mana,” kata Noor Rashid, namun menegaskan sudah bekerja sama dengan Interpol.

Adapun seorang warga Korea Utara Ri Jong Chol sudah ditangkap bersama dengan seorang pria Malaysia, Muhammad Farid Bin Jalaluddin, dan perempuan Indonesia yang disebut-sebut pacarnya, Siti Aisyah, serta seorang perempuan berpaspor Vietnam, Doan Thi Huongn.

Siti Aisyah dilaporkan mengatakan kepada polisi Malaysia bahwa dia dibayar untuk melakukan “aksi” yang diperkirakannya sebagai prank atau lelucon.

Kepolisian Malaysia yakin bahwa racun dilemparkan ke muka Kim Jong-nam ketika dia sedang menunggu penerbangan ke Makau dan sempat meminta bantuan ke meja layanan pelanggan sebelum meninggal.

Dia juga sempat menjelaskan  “dua perempuan”  yang tidak dikenal menyeka wajahnya dengan cairan dan dia merasa pusing. Hasil otopsi atas jenazahnya masih ditunggu dan Kementrian Kesehatan Malaysia mengatakan diperlukan waktu sektitar dua minggu untuk mendapatkan laporan akhir.

Sementara Korea Utara -yang menuntut agar jenazah tersebut dikembalikan- sudah menegaskan menolak hasil otopsi. [JX/Rtr/BBC/Eka]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here