Kayu Manis, Turunkan Berat Badan?

Kayu manis (Foto: JX/Ist)

HONG KONG, JIA XIANG – Dapatkan  mengkonsumsi  kayu manis membantu mengendalikan kadar gula dalam darah atau menurunkan berat badan? Jawabannya, ada  satu studi yang memperlihatkan hasil bahwa makan kayu manis dapat mengurangi kadar gula darah. Tetapi tidak ada bukti kayu manis  dapat membantu menurunkan berat badan.

Ada pendapat  yang mengklaim bahwa kayu manis memiliki  kekuatan menyembuhkan penyakit.  Kayu manis mampu meningkatkan sensitivitas terhadap insulin dan menurunkan kadar gula darah. Kayu manis  seharusnya membutuhkan lebih banyak energi untuk memproses pengendalian gula darah itu dibandingkan makanan lainnya, sehingga mampu meningkatkan metabolisme, dan penuh serat, yang membantu memberikan perasaan kenyang,  memberi sinyal ke tubuh bahwa seseorang sudah kenyang.

Klaim  itu, kayu manis mampu mengendalikan gula darah, tampaknya  kontra-intuitif. Rempah-rempah ini adalah komponen dari lima bubuk rempah-rempah, yang merupakan bahan umum dalam masakan Cina.  Federasi Diabetes Internasional mengatakan 10 persen dari orang dewasa Hong Kong memiliki kondisi kelebihan berat badan.  Bahkan menurut statistik pemerintah, 20,8 persen populasi Hong Kong menderita obesitas.

Kayu manis banyak ditanam dalam jumlah besar di seluruh India selatan dan digunakan secara bebas oleh para juru masah di wilayah itu, sehingga mendapat label  “modal diabetes dunia”. Namun salah satu survei menyebutkan bahwa lebih dari 40 persen penduduk kota di India selatan mengalami obesitas. Kayu manis akhirnya disebutkan bukan peluru ajaib dalam melawan diabetes dan obesitas.

Menurut pakar diet Samson Lee Kit-yue,  dalam sebuah tinjauan sistematisnya baru-baru ini hasil  dari uji klinis telah menemukan bahwa makan satu sampai enam gram kayu manis sehari bisa memiliki efek yang menguntungkan dalam mengendalikan gula darah untuk diabetes tipe 2. “Penelitian menunjukkan kayu manis meningkatkan penyerapan glukosa dari jaringan adiposa dan otot rangka,” katanya.

Meskipun uji klinis menunjukkan bahwa kayu manis dapat menurunkan kadar gula darah rata-rata (HbA1c), mereka tidak menyarankan bahwa makan rempah-rempah dapat membantu mencegah lonjakan atau penurunan kadar gula darah selama sehari.

Untuk itu Lee mengatakan, penderita diabetes harus menjaga asupan makanan bertepung mulai 55 persen – 60 persen dari asupan makanan mereka, tergantung pada berat badan dan energi yang dikeluarkan mereka.

Jenis serat yang tinggi karbohidrat seperti nasi merah atau beras merah dan kentang putih adalah pilihan yang lebih baik untuk dikonsumsi.

Namun seperti di India itu, wilayah yang mengkonsumsi kayu manis setiap hari juga memiliki populasi dengan kesulitan mengontrol kadar gula darah mereka, Lee menjelaskan bahwa ada banyak faktor perilaku, diet yang berhubungan dengan kesehatan dan gaya hidup lainnya yang berkontribusi terhadap prevalensi diabetes pada populasi ini.

Lee menambahkan bahwa dia tidak menemukan studi yang mengindikasikan hubungan positif antara mengkonsumsi kayu manis dan turunnya berat badan. Walau pun demikian kayu manis adalah tanaman dan berserat, belum tentu sangat substansial bila dimakan. Seperti para ibu  rumah tangga tahu, batang kayu manis seluruhnya digunakan dan tidak dimakan atau dimanfaatkan dalam bentuk bubuk.

Mungkin ide remah-rempah ini  membantu mengatasi penyakit karena umumnya kayu manis digunakan dalam makanan para vegetarian.

Di banyak makanan Barat, kayu manis sering digunakan dalam makanan penutup atau kue-kue. Rempah-rempah yang mengandung gula ini harus menjadi peringatan untuk siapa pun supaya  untuk mengatur gula darah atau menurunkan berat badan. “Kaitannya  dengan penurunan berat badan yang tidak ditemukan,” kata Lee. [JX/SCMP/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here