Keamanan Penerbangan, Penumpang dari Turki, Timur Tengah dan Afrika Utara Diawasi

(Foto: JX/Ist)

PARIS, JIA XIANG –  Amerika Serikat (AS) dan Inggris telah melarang penumpang pesawat terbang dari bandara di Turki,  Timur Tengah dan Afrika Utara untuk membawa laptop dan komputer tablet ke dalam kabin. Hal ini untuk menghindari ancaman teror.

Biasanya, keputusan itu ditetapkan oleh pihak berwenang di Amerika dan diterapkan oleh Badan Keamanan Transportasi (TSA), sebagai hasil indentifikasi adanya ancaman tertentu dari  badan-badan intelijen AS, ujar Jean-Charles Brisard, Presiden Pusat Analisis Terorisme kepada AFP.

“Ada kelompok-kelompok tertentu seperti Al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) bertahun-tahun telah mencoba mengancam keamanan yang diterapkan oleh AS dan sekutu-sekutunya, khususnya oleh memperkecil bentuk bahan peledak,” ungkap Brisard.

Kebijakan itu “didasarkan pada acaman-ancaman tertentu, tanpa ragu merupakan inisiatif AQAP, salah satu kelompok paling canggih dan terkenal – khususnya terkait dengan kemampuan membuat alat peledak berukuran kecil,” tambahnya.

Setelah AQAP dan beberapa pemberontak di Suriah saling menyatu di tahun 2014, TSA melarang peralatan seperti baterai datar, ungkap Brisard, dengan alasan para penumpang pesawat terbang itu bisa saja digunakan melalui mengaktifkan laptop dan telepon sebelum masuk ke pesawat terbang.

“Kekhawatirannya, berdasarkan pada informasi tepat, dalah rumah baterai bisa menyembunyikan beberapa ratus gram bahan peledak kecil,” tegasnya sambil menambahkan regulasi TSA umumnya diikuti di seluruh dunia.  “Kenyataannya adalah ancaman utama akan datang dari negara-negara yang terdaftar pada pemerintah Amerika.”

Sedangkan beberapa negara yang tidak memiliki ancaman keamanan akan disaring oleh AS dan negara Barat lainnya. [JX/AFP/CNA/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here