Kecenderungan Merokok di Kalangan Remaja AS Meningkat

(Foto: JX/NEWS.am Medicine)

SAN FRANSISCO, JIA XIANG – Belum lama ini sebuah studi tentang e-cigarettes atau rokok elektrik cukup mengejutkan banyak pihak.  Rokok elektrik atau rokok-e sebenarnya adalah sebuah alternatif atau pilihan lain bagi para perokok yang tidak ingin menggunakan tembakau orisinal.

Kenyataannya rokok-e ini sangat menarik anak-anak muda atau remaja yang mungkin tidak merokok menggunakan tembakau biasa, demikian sebuah studi yang dikeluarkan belum lama ini.

Rokok-e ini oleh beberapa kalangan dituduh bertanggungjawab terhadap menurunnya kegemaran merokok di kalangan remaja di Amerika. Tetapi sebuah penelitian yang dilakukan oleh Univesitas California, San Fransisco (UCSF) mengindikasikan fakta yang bertolak belakangan dengan tuduhan  menurunnya kegemaran merokok dengan tembakau orisinal.

Para peneliti USCF menyimpulkan bahwa banyak anak remaja, yang merokok secara reguler, tidak mau lagi menggunakan tembakau yang mengandung nikotin. Mereka menemukan hal yang berbeda pada rokok-e.

“Kita tidak menemukan banyak bukti bahwa rokok-e menjadi penyebab menurunnya minat merokok di kalangan remaja,” ujar Lauren Dutra, pemimpin penelitian itu dari USCF.

Sementara, tambahnya,  beberapa remaja yang menggunakan rokok-e juga merokok dengan tembakau. “Kita menemukan bahwa banyak remaja mulai merokok dengan menggunakan nikotin juga rokok-e. Penurunan minat merokok pada remaja tampaknya akibat dari pengendalian penggunaan tembakau, bukan rokok-e,” tegas Dutra.

Penemuan yang dipublikasikan di jurnal Pediatrics Amerika Serikat itu, dibangun di atas bukti bahwa remaja yang mulai dengan rokok-e  lebih cenderung untuk kemudian menggunakan rokok tradisional.

Untuk penelitian ini, para ahli memeriksa data lebih dari 140.000 siswa sekolah menengah dan sekolah menengah atas yang menyelesaikan survei tembakau pemerintah AS antara tahun 2004 dan 2014.  Mereka menemukan bahwa merokok di kalangan remaja AS menurun selama dekade itu, namun tidak menurun lebih cepat setelah munculnya rokok-e di AS antara tahun 2007 dan 2009.

Sebenarnya, penggunaan gabungan rokok-e dan rokok tradisional di kalangan remaja pada tahun 2014 lebih tinggi daripada total penggunaan rokok pada tahun 2009, menurut penelitian ini.

“Rokok-e justru  mendorong – tidak mengecilkan hati – remaja untuk merokok dan mengkonsumsi nikotin, dan memperluas pasar tembakau,” kata penulis senior Stanton Glantz, profesor kedokteran dan direktur UCSF untuk Penelitian dan Pendidikan Pengendalian Tembakau .

Rokok-e  adalah perangkat bertenaga baterai yang terlihat seperti rokok dan menghasilkan aerosol nikotin dan bahan kimia lainnya. Pada bulan Agustus 2016, Badan Pengawas Makanan dan Obat-obatan (FDA)  AS  membatasi pembelian rokok-e  oleh orang dewasa berusia 18 tahun ke atas.

Badan itu juga akan mengharuskan pemasangan label peringatan pada rokok-e. Kebijakan ini akan dimulai Agustus 2018, terutama label mengenai sifat adiktif nikotin. Namun, keputusan FDA  tidak mengatur periklanan atau rasa, dan rokok-e  terus dijual dengan rasa yang menarik bagi kaum muda, kata periset UCSF. [JX/Xinhua/Eka]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here