Kehadiran Negara dan Pesan Damai

Oleh: Iman Sjahputra

Perayaan Natal di berbagai daerah di seluruh Indonesia berjalan lancar. Aparat keamanan yang sigap, selalu menjadi barisan paling depan dalam menjaga keamanan di setiap tempat, terutama di berbagai gereja.

Masyarakat yang merayakan ibadah Natal pun merasa aman. Kehadiran aparat dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan agama, sekali lagi sebagai bukti kehadiran negara yang pada dasarnya juga sebagai wujud tanggungjawab.

Upaya yang semakin serius dalam mewujudkan keamanan ini memang sudah terlihat dari beberapa minggu belakangan ini. Berbagai  langkah yang dilakukan pihak keamanan, seperti menggerebek persembunyian anggota teroris, terus dilakukan, bahkan terus berlanjut hingga usai perayaan Natal. Kondisi ini memperlihatkan bahwa pemerintah begitu sangat amat serius melihat persoalan teroris sebagai salah satu tindakan yang mengancam keamanan bangsa dan negara.

Dengan kata lain, menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru,  pihak keamanan khususnya kepolisian, akan terus dan terus bekerja untuk  mengantisipasi berbagai hal yang mungkin akan terjadi.  Tidak heran bila sejumlah terduga teroris dan calon pelaku bom bunuh diri pun dapat serta merta ditangkal.

Pihak keamanan atau negara telah memperlihatkan kerjanya. Kita apresiasi tinggi akan hal tersebut.  Artinya kepercayaan masyarakat soal keamanan kepada negara makin tinggi pula. Buktinya, pada perayaan malam Natal kemarin. Semua berjalan lancar, tanpa ada gangguan apa pun. Bahkan bagi warga lain, yang berlibur akhir tahun pun dapat dengan leluasa melaksanakannya bersama sanak keluarga.

Kita semua bisa beribadat, bisa jalan-jalan, piknik atau berlibur, tanpa adanya ancaman apa pun, tanpa intimidasi apa pun, dan tanpa rasa takut atau khawatir.  Karena itu, sekarang kita coba kembali bercermin pada diri kita masing-masing? Apabila kehadiran negara, dalam menjaga keamanan, begitu nyata, maka sekarang kita, bukan hanya sebatas memberi apresiasi dalam bentuk verbal, tetapi alangkah baiknya mewujudkannya dalam tindakan nyata bersama-sama aparat keamanan untuk bahu-membahu dalam memberikan rasa damai dan tenteram bagi semua, tanpa kecuali.

Rasa damai ini, tampaknya menjadi salah satu kata kunci, dalam menjaga keutuhan bersama, sebagai anggota masyarakat. Mewujudkan perdamaian, bisa dalam berbagai bentuk, umpamanya menjaga toleransi, hindari tindakan yang menyebabkan pihak lain tersinggung, marah, pemaksaan.

Karena itu, kini saatnya, kita semua bersama-sama semua pihak, tanpa kecuali, menjaga perdamaian  itu.  Kalau kita merasa selama ini sudah banyak hal yang merugikan kita, dan membuat kita benci dan marah,  mari kita buang  semua itu.

Dan renungan Natal yang disampaikan di berbagai gereja pada ibadah malam Natal, yang intinya berisi tentang pesan damai, harus menjadi pegangan dalam membangun kebersamaan kita sebagai bangsa dan negara.  Yang tentunya sejalan dengan cita-cita para pendiri negara ini, yaitu mewujudkan perdamaian di seluruh penjuru negeri. Hidup damai akan memberikan ketentraman dan ketenangan di dalam hati kita masing-masing.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here