Kekerasan Politik Guncang Thailand

Bangkok, Jia Xiang – Kekerasan politik di ibukota Thailand menyebabkan dua korban meninggal dunia dan puluhan orang cedera, Minggu (01/12/13).

Kekerasan terjadi ketika pengunjuk rasa dari kelompok oposisi bersumpah untuk melakukan usaha terakhir dalam menggulingkan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra.

Peristiwa berdarah itu merupakan yang paling akhir dari serangkaian konflik yang dilakukan warga sipil di negara kerajaan itu sejak mereka menggulingkan taipan yang menjadi perdana menteri, Thaksin Shinawatra –kakak Yingluck, tujuh tahun yang lalu.

Massa pengunjukrasa yang turun ke jalan, berniat menggantikan pemerintahan Yingluck dengan “Dewan Rakyat”, merupakan kekerasan politik terbesar sejak kekerasan tiga tahun lalu di Bangkok yang menyebabkan puluhan orang meninggal saat dilakukan pembersihan oleh militer.

Ketegangan semakin tinggi setelah kekerasan terjadi pada Sabtu malam (30/11/13) di sekitar stadion yang terletak di pinggiran kota, tempat ribuan massa “Kaos Merah” yang pro-pemerintah berkumpul untuk mendukung pemerintah Yingluck berhadapan dengan para pengunjukrasa jalanan yang sudah melakukan aksi selama beberapa pekan.

Korban mati dan cedera mengalami luka tembak dan tusukan. Situasinya belum jelas, namun kekerasan terjadi setelah pemrotes anti-pemerintah menyerang kelompok Kaos Merah yang datang untuk bergabung dalam arak-arakan di distrik Ramkhamhaeng.[Ant/U1]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here