Kekuatan “Puisi Tujuh Langkah”

JAKARTA, JIA XIANG – Terdapat sepenggal kisah dalam perjalanan sejarah Samkok, yang menceritakan bahwa setelah Cao Cao meninggal, terjadi perebutan kekuasaan di antara anak-anaknya, yakni Cao Pi dan Cao Zhi. Cao Pi terkenal licik dan ambisius, sedangkan Cao Zhi terkenal jago dalam urusan sastra, namun sayangnya dia adalah seorang pemabuk.
Cao Zhi sebenarnya sangat disayang oleh Cao Cao, karena memiliki bakat sastra. Namun karena kebiasaan buruknya, mabuk-mabukan, menyebabkan ayahnya akhirnya memilih Cao Pi sebagai penerusnya.

Puisi Tujuh  Langkah (Oleh : Cao Zhi; Hanzi : 曹植; Hidup pada 192 – 232 M)
Versi Mandarin : 七步詩 (Qī bù shī)
煮豆持作羹 (zhǔ dòu chí zuò gēng)
漉菽以為汁 (lù shú yǐ wéi zhì)
萁在釜下燃 (qí zài fǔ xià rán)
豆在釜中泣 (dòu zài fǔ zhōng qì)
本自同根生 (běn zì tóng gēn shēng)
相煎何太急 (xiāng jiān hé tài jì)

Terjemahan Inggris : The Quatrain of Seven Steps
Boiling beans to make soup,
filtering them to extract juice.
The beanstalks were burnt under the cauldron,
and the beans in the cauldron wailed:
“We were originally grown from the same root;
Why should we hound each other to death with such impatience?”

Terjemahan Indonesia : Puisi Tujuh Langkah
Kacang direbus untuk membuat sup,
Disaring untuk mendapat ekstraknya
Dan ketika dimasak di kuali,
Kacang meratap,
Kita berasal dari akar yang sama,
Mengapa kita saling memburuk sampai mati,
dengan tidak sabar?

Prolog :
Cao Cao (曹操), Cao Pi (曹丕) dan Cao Zhi (曹植) adalah wakil pendiri sastra Jian’an selama perang akhir zaman dinasti Han (periode THE THREE KINGDOMS/SAMKOK, 220-280 M).
Mereka terkenal dengan sebutan “Tiga Cao” atau dikenal juga sebagai “Semangat Jian’an” yang berpengaruh penting dalam perkembangan sastra Tiongkok.
Puisi Cao Cao berisi melankolis dan semangat. Puisi Cao Pi halus, terperinci dan menyegarkan. Puisi Cao Zhi serius dan menggerakan. Cao Zhi adalah putra ketiga Cao Cao, sedangkan Cao Pi adalah putra kedua yang berhasil dalam perebutan tahta dan menjadi putra mahkota Kerajaan Wei.
Cao Zhi sangat pandai sejak kecil, sehingga selalu dimanjakan oleh ayahnya Cao Cao. Namun ketika Cao Cao wafat, Cao Pi yang diangkat menjadi Kaisar Kerajaan Wei. Namun karena ambisi politik dalam perebutan takhta dan takut ancaman atas kedudukannya, maka Cao Pi bermaksud menyingkirkan lawan-lawan politiknya yaitu saudaranya sendiri.
Dengan alasan Cao Zhi dan Cao Xiong (putra keempat Cao Cao) tidak mengunjungi makam ayah mereka ketika wafat, maka Cao Pi berdalih menanyakan alasannya.
Cao Xiong takut dan bunuh diri. Sedangkan Cao Zhi dijebloskan dalam penjara. Ketika ibu mereka Nyonya Bian meminta pengampunan, Cao Pi memberi kesempatan pada Cao Zhi dengan menyuruhnya membuat puisi dalam tujuh  langkah.
Karena itu, Puisi Tujuh Langkah pun diciptakan oleh Cao Zhi. Sedangkan Cao Pi memahami logika puisi Cao Zhi yang dibuatnya hanya dengan tujuh  langkah kaki dan karena Cao Pi merasa takut diejek seluruh dunia, maka dibebaskanlah saudaranya dari hukuman mati.
Perlu diketahui bahwa Cao Pi adalah pelopor dalam puisi tujuh huruf di zamannya. Sedangkan Cao Zhi adalah penulis pertama yang menciptakan banyak puisi 5 huruf. Sedangkan sastrawan di level sebelumnya kebanyakan hanya menciptakan puisi tiga huruf saja.
Dia bukanlah penggemar sastra apalagi ahli sastra klasik Tiongkok. Dia hanyalah salah satu penggemar cerita novel roman klasik The Three Kingdoms (Samkok), Luo Guanzhong. Dari cerita roman klasik tersebut, banyak filosopi kehidupan yang bisa kita pelajari.
Puisi Tujuh Langkah diciptakan dengan kondisi ancaman nyawa Cao Zhi yang sudah di ujung tanduk, menghadapi hukuman mati dari seorang Kaisar Cao Pi. Kondisi ini tentunya bukan hal yang mudah dan remeh buat orang biasa.
Bila Cao Zhi tidak memiliki ketenangan hati, penuh dendam, tidak tau diri, tidak tau batas, ambisius akan jabatan, bukan orang intelektual, maka dapat dipastikan umurnya hanya sisa 7 langkah saja. Puisi Tujuh Langkah bukan hanya sekadar puisi dengan 7 huruf indah, tetapi merupakan 7 huruf ajaib yang bisa mengubah pikiran kotor seseorang kaisar menjadi jernih dan bening. [JX/Tionghoa.info/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here