Kelapa Sawarna, Produk Unggulan dari Lebak

JAKARTA, JIA XIANG – Di Kabupaten Lebak, Banten ada jenis kelapa yang sudah ditetapkan sebagai salah satu produk pertanian unggulan oleh Badan Litbang Departemen Pertanian. Kelapa itu bernama kelapa Sawarna, seperti nama desa yang menjadi habitat kelapa tersebut.

Berbagai situs pertania dan tanaman buah yang melansir hal tersebut mencatat bahwa kelapa Sawarna masuk kategori unggulan karena berbagai kelebihannya. Diantaranya kemampuan berbuah yang tergolong cepat, yakni pada usia 4 tahun setelah dibibitkan. Kemudian pada usia 5 tahun, kelapa Sawarna sudah dapat dipanen.

Dari tampilan fisiknya, kelapa Sawarna masuk dalam kelompok kelapa “Dalam” yaitu jenis kelapa yang berasal dari salah satu keturunan kelapa liar. Kelapa dalam pada kondisi lingkungan yang menguntungkannya, baru berbuah setelah usia 6 tahun dan berproduksi maksimal hingga usia 25 tahun. Kelapa ini dapat mencapai usia 100 tahun dengan tinggi hingga 30 m.

Kelapa Sawarna ini ukuran buahnya besar dengan bentuk bulat lonjong dan warna kulit buahnya dominan hijau serta coklat kemerahan. Tiap tandan buah dalam satu pohon rata-rata berbuah 6 butir dan pada satu pohon biasanya terdapat 12-13 tandan buah setiap tahun. Dengan demikian, tiap pohon setidaknya menghasilkan 75 butir kelapa dalam setahun. Dengan jumlah tersebut, pada lahan seluas satu hektare kelapa Sawarna akan menghasilkan 2,8 ton kopra per tahhunnya. Keunggulan tersebut ditambah lagi dengan kadar minyak buah kelapa Sawarna yang sekitar 69,28% dan relatif tahan dari serangan penyakit Phytopthora sp.

Kelapa Sawarna akan berkembang dengan ideal jika ditanam di lahan kering dengan kategori iklim basa yang standar curah hujannya kurang dari 1500 mm per tahun. Bahkan kelapa ini cukup adaptatif pada misim kemarau panjang.[JX/Berbagai sumber/Van]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here