Kematangan Mental dan Dewi Fortuna Bawa Polandia ke Perempat Final

Granit Xhaka yang gagal mengeksekusi pinalti untuk Swiss pada laga melawan Polandia, Sabtu (25/6/16). Skor akhir adalah 5-4 untuk Polandia.

SAINT- ETIENNE, JIA XIANG – Kematangan mental dan dewi fortuna membawa Polandia ke babak perempat final Piala Eropa 2016.

Sebagaimana disaksikan di layar kaca pada Sabtu (25/6/15) malam WIB, Polandia mengalahkan Swiss 5-4 lewat adu pinalti di Stade Geoffroy-Guichard, Saint-Etienne, Prancis.

Awal babak pertama dua kesebelasan bermain tidak ngotot namun tekanan Polandia lebih dominan. Serangan yang dibangun mulai dari barisan pertahanan Polandia hingga sektor pertahanan lawan menciptakan beberapa peluang gol bagi Polandia, namun kiper Swiss Yann Sommer dapat meredamnya.

Pada menit ke-6 sundulan Arkadiusz Milik dimentahkan oleh Sommer. Kemudian pada menit ke-10 giliran Swiss membuat peluang gol lewat Blerim Dzemaili, sayangnya sepakannya melebar dari gawang Polandia yang dikawal Lukasz Fabianski.

Sepanjang babak pertama, skema serangan Polandia berjalan lebih baik dengan memainkan bola-bola pendek kaki ke kaki dan dikombinasikan dengan umpan lambung ke pertahanan Swiss. Akibatnya, pada menit ke-39 Polandia membobol gawang Swiss lewat serangan balik yang cepat. Komil Grosicki yang dapat menguasai bola lalu mengirim umpan matang kepada Blaszczykowski yang diteruskan dengan keki kanannya ke dalam gawang Swiss. Keunggulan 1 – 0 Polandia pun bertahan hingga babak pertama berakhir.

Pada babak kedua, Swiss merubah total irama permainan dengan umpan pendek yang cepat dan memaksimalkan skil individu pemain. Dengan cara itu, pertahanan Polandia terkurung terus namun koordinasi yang baik di barisan pertahanan Polandia membuat gawang mereka tetap aman. Menit ke-15 Xherdan Shaqiri melepas tembakan keras dengan kaki kiri ke gawang Polandia tetapi bisa ditepis oleh Lukasz Fabianski.

Permainan cepat yang dikembangkan Swiss mampu menekan Polandia hampir sepanjang babak kedua. Puncaknya, serangan Swiss yang dialirkan melaui sektor kiri membuahkan gol pada menit ke-81 dan merubah kedudukan menjadi 1 – 1.

Saat itu, bek kiri Stephan Lichtsteiner mengirim umpan lambung kepada Admir Mehmedi di kotak pinalti dan Admir memantulkannya kepada Xherdan Shaqiri. Kemudian Shaqiri membuat gerakan salto dan menghunjamkan bola di sudut kanan bawah gawang Polandia.
Kedudukan imbang berlangsung hingga akhir babak kedua dan tetap sama sekalipun diadakan perpanjangan waktu 2 x 15 menit.

Pada sesi adu pinalti, lima eksekutor Polandia melaksanakan tugasnya dengan baik, sedangkan  eksekutor Swiss, Granit Xhaka yang mengeksekusi bola dengan kaki kirinya masih melebar jauh dari gawang Polandia.

Kematangan mental para eksekutor Polandia dan faktor dewi fortuna membuat Polandia unggul 5 – 4 dan pada babak perempat final yang berlangsung Kamis (30/6/16), mereka akan menantang Portugal yang telah menyingkirkan Kroasia dengan skor 1 – 0.

Susunan pemain
Swiss: 1-Yann Sommer, 2-Stephan Lichtsteiner, 22-Fabian Schar, 20-Johan Djourou, 13-Ricardo Rodriguez, 11-Valon Behrami (16-Gelson Fernandes 77′), 10-Granit Xhaka, 23-Xherdan Shaqiri, 15-Blerim Dzemaili (7-Breel Embolo 58′), 18-Admir Mehmedi (19-Eren Derdiyok 70′), 9-Haris Seferovic.
Pelatih: Vladimir Petrovic (Bosnia dan Herzegovina)
Polandia: 22-Lukasz Fabianski, 20-Lukasz Piszczek, 15-Kamil Glik, 2-Michal Pazdan, 3-Artur Jedrzejczyk, 16-Jacub Blaszczykowski, 10-Grzeogrz Krychowiak, 5-Krzysztof Maczynski, 11-Kamil Grosicki (17-Slawomir Peszko 104′), 7-Arkadiusz Milik, 9-Robert Lewandowski.
Pelatih: Adam Nawalka (Polandia)
Wasit: Mark Clattenburg (Inggris)
[JX/Van]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here