Kemenkumham Sedang Siapkan Aplikasi Lacak Wisatawan “Overstay”

Yasonna Laoly (Foto: JX/Ist)

JAKARTA, JIA XIANG – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna Laoly,  menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tenaga kerja asing yang menyalahgunakan kunjungan mereka sebagai turis untuk bekerja di Indonesia.

Menurut Menkumham,  kalau ada yang menyalahgunakan, masuk sebagai turis pasti datanya ada di Kemenkumham. Orang itu akan tercatat 30 hari karena bebas visa. “Kalau lewat 30 hari dia overstay, jadi tinggal kami lacak di mana itu orangnya,” tegas Menteri Yasonna, di Jakarta.

Sementara ini, Kemekumham sedang menyusun aplikasi  cara pelacakan tersebut. “Jadi pakai barcode. Paspor itu entry point-nya apa yang ditulis-tulis itu akan pakai barcode, sehingga ketika dia mau pesan tiket dia harus pakai barcode itu.  Kami tahu ketika dia mau pesan tiket ke Bali,  kami tahu dia di Bali. Jadi kami cari ke Bali kalau dia sudah overstay“,” tuturnya.

Di samping itu Menteri Yasonna  membantah berita yang menyebutkan ada 10 juta pekerja dari Cina yang kini ada di Indonesia,  terkait kebijakan bebas visa. Namun ujarnya, data Kemenkumham menyebutkan ada 31 ribu tenaga kerja asal Cina yang menggunakan Izin Tinggal Sementara (ITAS) di Indonesia.

Di sisi lain,  Menkumham mengakui bahwa data kementeriannya beda dengan di Kemenaker yang menyebutkan ada  21 ribu tenaga kerja asal Cina. Kenapa data beda?  Menurut Menkumham, yang bekerja itu 21 ribu, tapi kadang-kadang keluar masuk-keluar masuk. Jadi data perlintasan  di Kemenkumham harus lebih besar. [JX/Eka]

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here