Kementerian BUMN Didesak Atasi Masalah Priok

Jakarta, Jia Xiang – Kementerian BUMN didesak untuk segera mengatasi beragam persoalan di pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. Pelabuhan ini menjadi salah satun urat nadi bisnis dan perekonomian di Indonesia.

Pengurus Kamar Dagang dan Indusri (Kadin) Indonesia, Akbar Djohan menyatakan pelabuhan Priok yang menjadi urat nadi perekonomian seharusnya tidak mengalami gangguan layanan yang berulang-ulang.

“Saat ini situasi layanan berpotensi tidak kondusif ketika sektor logistik tengah terimbas pelemahan rupiah yang berdampak kepada biaya operasional,” kata Akbar Djohan di Jakarta, Kamis (16/1/14).

Menurut dia, selain perkarta tersebut, kondisi pelabuhan Priok juga diperberat dengan masih tingginya waktu bongkar muat kontainer yang belum mencapai ideal. Kini dihadapkan pada situasi layanan yang berpotensi tidak kondusif akibat aksi mogok lanjutan Serikat Pekerja PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II mulai Kamis (16/1) pagi hingga Jumat (17/1).

Kalangan pengusaha logistik juga mengutarakan harapannya agar layanan kepelabuhanan di Tanjung Priok tetap kondusif karena peran Priok sebagai urat nadi perekonomian. “Jika pemerintah peduli, khususnya Kementerian BUMN untuk menyelesaikan kekisruhan di internal manajemen, tentu persoalan ini tidak akan dibiarkan berlarut-larut,” kata Akbar Djohan.

Mayoritas kegiatan ekspor dan impor di Indonesia berlangsung di pelabuhan Tanjung Priok. Tercatat, sekitar 70 persen impor dan 80 persen ekspor yang melalui pelabuhan ini. Bila persoalan kisruh internal pelabuhan Priok tidak segera diselesaikan, bakal menimbulkan ketidakpercayaan para pengguna jasa pelabuhan dan akan berdampak lebih buruk lagi bagi perekonomian nasional.[Ant/U1]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here