Kereta Kita Jangan Terseok Lagi

Jia Xiang – Warga Kota Bogor dan Sukabumi, mulai Sabtu (9/11/13) boleh bergembira, sebab rute kereta api (KA) Bogor-Sukabumi mulai beroperasi. Warga pun menyambut antusias, yang ditunjukkan dengan membludaknya penumpang mengantri beli karcis di Stasiun Paledang Bogor, Jawa Barat.

Sayangnya, pembukaan jalur itu sedikit diwarnai keterlambatan prosesi peresmian, karena menunggu Menteri BUMN, Dahlan Iskan yang memang datangnya tidak tepat waktu. Alhasil semua juga jadi serba terlambat.

Tetapi keterlambatan itu tidak menyurutkan animo masyarakat untuk mencoba perjalanan perdana Bogor-Sukabumi menggunakan kereta Pangrango.  Karena itu, dengan dibukanya jalur Bogor-Sukabumi, diharapkan bisa menjadi alternatif bagi warga dari dua kota untuk bisa beraktivitas lebih giat lagi.

Beberapa tahun lalu pemerintah menonaktifkan kereta rel disel Bumi Geulis rute Bogor-Sukabumi. Akibatnya warga pun kesulitan mendapatkan akses menuju Sukabumi melalui jalur darat dengan cepat. Sebab  jalur darat, khususnya jalan raya, sering macet, bahkan dibutuhkan waktu berjam-jam untuk bisa menuju Bogor.

Diaktifkannya kembali kereta api Bogor-Sukabumi juga diikuti dengan penataan kembali berbagai fasilitas, seperti peningkatan kualitas jalur rel Bogor-Sukabumi, termasuk penggantian bantalan rel dari besi menjadi beton dan mengganti rel dengan yang lebih baik dan baru.

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heriawan, yang menyaksikan pengoperasian Kereta Api Pangrango berharap, langkah ini bisa membantu mobilisasi barang dan jasa yang berdampak pada sektor ekonomi. Hal ini berarti bahwa jalur Bogor-Sukabumi adalah strategis dalam memacu sektor ekonomi dua wilayah itu. Wilayah di dua kota itu banyak industri, bahkan pergerakan manusia dan barang sering tidak terangkut. Kalau pun terangkut, yang dihadapi adalah kemacetan, sebab manusia dan barang itu harus lewat jalan darat.

Karena itu, menurut Ahmad Heriawan, pihaknya berupaya menata kembali sarana transportasi dua kota tersebut. Pengoperasian KA Pangrango ini adalah salah satu dari rencana pengembangan tiga alternatif rute transportasi yang disiapkan Pemda Jawa Barat sesuai usulan pemerintah pusat. Rencana lain adalah membangun jalan tol dan perbaikan jalan Bogor-Sukabumi yang sudah ada.

Terlepas dari semua rencana itu, yang terpenting bagi warga adalah kenyamanan dalam menggunakan transportasi umum, khususnya kereta api. Artinya, kenyamanan itu harus terwujud mulai dari kondisi stasiun yang “manusiawi”, pelayanan penjualan tiket, jumlah gerbong kereta yang sesuai dengan jumlah penumpang, harga tiket terjangkau, hingga urusan jadwal pergi-pulang pun diharapkan tepat waktu, tanpa adanya gangguan-gangguan teknis yang tidak dipahami penumpang.

Jangan sampai berbagai masalah teknis yang ada pada pengoperasian komuter line Jakarta Bogor atau ke kota lain, seperti matinya alat pendingin ruangan, terganggunya aliran listrik, dan penumpang yang berdesakan di dalam kereta, terjadi juga di jalur Bogor-Sukabumi. Dengan kata lain, setiap hari pemerintah dan pihak pengelola kereta api harus bekerja keras meningkatkan kualitas pelayanan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here