AS, Jepang, Korsel Tolak Usulan Cina Soal Korut

Uji coba rudal Korut (Foto: JX/AFP/BBC)

WASHINGTON, JIA XIANG – Para pejabat Amerika Serikat (AS) menolak usulan Cina supaya Korea Utara bisa menghentikan uji coba rudal dan nuklirnya, sebagai gantinya  AS  akan menunda latihan militernya yang digelar di kawasan tersebut. Jepang dan Korea Selatan juga menolak usulan Cina tersebut.

Menurut Departemen Luar Negeri AS, usulan itu bukan “kesepakatan yang layak”. Sementara Duta Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan Korea Utara  (Korut) tidak “rasional”.

Saran Cina itu muncul setelah Korut  meluncurkan empat rudal balistik, yang sebenarnya aksi itu melanggar sanksi internasional.  Di bagian lain, dalam kondisi itu, AS juga mulai menempatkan sistem perisai pertahanan rudal di Korea Selatan, dan juga secara rutin menggelar latihan skala besar tahunan dengan militer Korea Selatan, akibatnya Korut pun marah.

Peta Semenanjung Korea (Foto: JX/Ist)

Di bagian lain, Menteri Luar Negeri Cina,  Wang Yi,  Rabu (8/3/17) mengatakan, situasi keamanan di Semenanjung Korea seperti  “dua kereta berpacu cepat, datang dari arah berlawanan, dan tidak ada pihak bersedia memberi jalan”.

Dihentikannya operasi militer oleh semua pihak,  akan menjadi langkah pertama menuju upaya meredakan ketegangan dan membuka kembali negosiasi, kata Wang Yi. Tapi menurut Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS,  Mark Toner, langkah yang diusulkan Cina seperti membandingkan “apel dan jeruk”.

Sementara itu, Dewan Keamanan (DK) PBB mengadakan pertemuan darurat, Rabu, setelah mengeluarkan kecaman lebih keras terkait uji coba rudal Korut itu.  DK menuduh Korut “berperilaku semakin tak stabil”  yang memicu perlombaan senjata regional.

Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley,  kemudian mengatakan kepada wartawan bahwa “semua pilihan masih ada di atas meja”  mengenai Korea Utara. Tapi dia mengatakan bahwa dunia  “tidak berurusan dengan orang yang rasional”  ketika datang ke pemimpin Korea Utara.  “Ini adalah luar biasa, arogansi yang tidak bertanggung jawab muncul dari seorang Kim Jong-un saat ini,” tegasnya.

Haley juga mengulangi jaminan bahwa instalasi sistem pertahanan udara terminal tinggi atau disebut Thaad di Korsel – untuk menembak jatuh serangan rudal Korut – bukan ancaman bagi Cina. [JX/BBC/Eka]

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here