Klub Harus Sediakan Rp 3,3 Triliun Bila Promosi ke Liga Primer

LONDON, JIA XIANG – Hari Sabtu (7/5/16) Middlesbrough akan menjamu Brighton Hove Albion di divisi Championship untuk memperebutkan promosi otomatis ke Liga Primer. Satu posisi otomatis lain sudah dipastikan menjadi milik Burnley, yang mengalahkan QPR 1-0, Senin (2/5/16) lalu.Promosi ini amat diperebutkan oleh klub divisi Championship yang berada satu kasta di bawah Liga Primer Inggris karena nilai ekonominya yang besar. Menurut firma analisa keuangan Deloitte, nilai finansial promosi ke Liga Primer setara dengan £170 juta atau sekitar Rp3,3 triliun.
Nilai ini bahkan bisa meningkat sekitar 41% hingga mencapai £290 juta (Rp5,6triliun) apabila mereka berhasil menghindari degradasi di musim berikutnya. Nilai £170 juta akan dibayarkan sebesar £95 juta untuk satu musim berlaga di Liga Primer, sementara sisanya diberi dalam bentuk pembayaran parasut selama dua musim.
Pembayaran parasut ini diberlakukan untuk klub yang mengalami degradasi, sebagai kompensasi berkurangnya pemasukan mereka akibat degradasi tersebut. “Promosi ke Liga Primer bisa menyediakan sumber daya yang cukup bagi klub untuk melakukan investasi strategis di dalam dan luar lapangan,” kata Richard Battle dari Deloitte.
Battle menambahkan keberhasilan Burnley kembali ke Liga Primer setelah degradasi akhir musim lalu memperlihatkan keberhasilan dana parasut dalam menyokong sukses klub-klub menengah.
Klub dari divisi Championship memperebutkan tiga tempat untuk promosi ke Liga Primer, dengan dua tempat merupakan promosi otomatis yang akan didapat oleh dua klub yang menduduki dua posisi teratas klasemen akhir. Sementara satu tempat lagi diperebutkan dalam babak play off klub urutan ke-3 hingga ke-6. [JX/BBC/The Guardian/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here