Koko Cici Jakarta 2016 Dapat Berperan Kikis Ketimpangan Sosial

Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat didampingi istri (kanan), Ketua Umum PSMTI David Herman Jaya (empat dari kanan) dan Ketua PSMTI DKI Jakarta Joko Susilo membuka malam final Koko Cici Jakarta 2016 di TIM, Jakarta Pusat, Selasa (19/4/16). (Foto-foto: JX/Windarto)

JAKARTA, JIA XIANG – Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat menyatakan para finalis Pemilihan Koko dan Cici Jakarta 2016 dapat berperan untuk mengikis ketimpangan sosial di Jakarta. Caranya dengan menggelar kegiatan sosial di tengah-tengah masyarakat dan menghindari pengelompokan yang bersifat eksklusif.

“Persoalan nyata di Jakarta, saat ini, adalah ketimpangan sosial,” kata Djarot saat memberi sambutan pembukaan Pemilihan Koko dan Cici Jakarta 2016 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Selasa (19/4/16) malam.

Jakarta, paparnya, melukiskan Indonesia mini, khususnya dari sisi keberagaman warganya. Pluralitas warga di Jakarta dan Indonesia umumnya, menurut dia, merupakan kekhasan dan kekayaan yang dimiliki bangsa dan negara Indonesia. “Bangsa dan negara kita semakin kuat justru dengan keberagaman ini,” tuturnya.

Untuk itu dia berharap segenap elemen masyarakat, termasuk warga Tionghoa, di Jakarta terus meningkatkan toleransi melalui kegiatan-kegiatan sosial yang tak hanya untuk mengatasi kemiskinan tapi lebih penting mengikis ketimpangan sosial.

Para finalis Koko Cici Jakarta 2016.
Para finalis Koko Cici Jakarta 2016.

Sementara itu Ketua Umum Paguyuban Sosial Marga Tionghoa (PSMTI) David Herman Jaya mengungkapkan kegembiraannya karena ajang pemilihan Koko dan Cici telah memperoleh pengakuan sebagai kegiatan pembinaan generasi muda di Indonesia.

“Kita patut bersyukur untuk kondisi yang makin baik, pengakuan yang makin nyata dan penerimaan sebagai orang Tionghoa Indonesia. Pemilihan Koko dan Cici menjadi ajang pencarian bakat dan kemampuan untuk menjadi Duta Pariwisata, sosial dan budaya,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, lanjutnya, PSMTI Pusat akan menyelenggarakan pemilihan Koko dan Cici Indonesia yang diikuti oleh perwakilan dari cabang PSMTI di 29 provinsi di Indonesia. Diharapkan Koko dan Cici sebagai kader penerus PSMTI dapat terus mengembangkan diri untuk kemajuan bangsa Indonesia serta tetap melestarikan budaya Tionghoa Indonesia dengan mengemas budaya Tionghoa Indonesia menjadi dinamis dan terbuka. Dengan demikian setiap generasi bangga akan kebudayaannya.

Final pemilihan Koko dan Cici Jakarta 2016 diikuti 16 pasang yang selama dua minggu baru lalu memperoleh pelatihan sebagai Duta Pariwisata, sosial dan budaya. Para finalis merupakan putra-putri DKI Jakarta yang memiliki 3B + 1T yaitu Brain, Beauty, Behaviour dan Talent . [JX/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here