Komitmen Bersikap Jujur

Oleh : Iman Sjahputra

Banyak upaya yang dilakukan oleh berbagai pihak untuk mengatasi korupsi.  “Penyakit” berbahaya ini belakangan banyak diidap oleh para pejabat. Tidak heran bila mereka akhirnya harus mendekam di dalam penjara.

Salah satu upaya mengatasi “penyakit”  ini ditunjukkan oleh Kementerian Kesehatan melalui penandatanganan perjanjian pengendalian korupsi di seluruh lingkup kerja lembaga pemerintah tersebut. Perjanjian ini merupakan upaya memperbarui langkah yang sama dilakukan pada tahun 2013 lalu.

Bagi kementerian itu, langkah ini merupakan komitmen mereka untuk menciptakan bukan saja lembaga yang bersih, tetapi juga personel di dalamnya juga bersih. Yang pasti perjanjian itu tidak sebatas pada perwujudan penantanganan oleh para pejabat yang berkepentingan. Tetapi ada keinginan untuk saling memantau, berkooridinasi dan sekaligus mencegah tindak korupsi di semua bidang dan lini di lingkungan kementerian itu.

Menurut Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, pencegahan tindak korupsi telah dan terus dilakukan oleh pihaknya. Bahkan katanya, di semua lini berpotensi dijadikan lahan korupsi oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Karena itu, berbagai bidang di kesehatan, akan dipantau terus dipantau, terutama sarana, fasilitas kesehatan, obat, hingga manusianya.

Komitmen seperti ini terkadang perlu kita acungkan jempol. Namun yang lebih penting dari itu semua, adalah adanya keinginan untuk bekerja jujur. Bagi manusia yang terbiasa bekerja jujur, mungkin tak persoalan. Tapi bila mereka yang terbiasa dengan “kekurangan”,  pikiran “licik” dan “curang” akan sulit untuk diperbaiki.

Bisa saja komitmen yang dibuat kementerian itu akan terbatas pada jenjang tertentu. Sedangkan di jenjang lainnya, akan terbengkelai. Nah akhirnya kemungkinan-kemungkinan pun akan terjadi. Biasanya dengan adanya aturan lebih ketat, membuat orang pun lebih pintar untuk mencari celah berbuat curang.

Pengalaman sudah memperlihatkan betapa liciknya  orang atau pejabat yang senang bekerja mengatasnamakan kekuasaan atau jabatan. Namun akhirnya yang namanya kejahatan akan terkuak juga.

Artinya di sini, diperlukan kejujuran, bekerja dengan hati yang bersih dan berpikir jernih. Sulit mencari orang yang berkepribadian seperti itu. Walau pun dalam angan-angan kita, orang-orang yang jujur, disiplin, bersih, bertanggungjawab pasti ada. Dan pasti masih banyak menemukannya.  Hanya saja kita perlu jeli dan teliti.

Karena itu, perjanjian seperti yang dilakukan oleh Kemenkes, sebaiknya tidak sebatas di atas kertas saja. Harus ada komitmen untuk menindaklanjuti dengan kebijakan atau program nyata, melalui pendekatan yang akhirnya membuat SDM di lingkungan kementerian itu sadar dan mau secara sukarela bekerja jujur. Yang pasti pucuk pimpinan kementerian itu harus bekerja ekstra  keras untuk bisa mewujudkan lembaganya akan dijalankan oleh orang-orang yang dapat dipercaya. Dan menjadi pelopor serta contoh sebagai kementerian yang betul-betul “sehat”.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here