Konsumsi Buah Segar Kurangi Risiko Diabetes

(Foto: JX/Ist)

WASHINGTON, JIA XIANG  –  Risiko bagi orang  yang sering makan buah segar untuk terkena penyakit diabetes, dan komplikasi penyakit jantung lebih kecil dibanding mereka yang jarang menyantap buah segar, demikian sebuah  hasil temuan terbaru yang dirilis hari Selasa (11/4/17) dan dipublikasikan di jurnal PLOS Medecine, Amerika Serikat.

Temuan ini dicapai sebagai hasil studi selama tujuh tahun terhadap setengah juta orang dewasa di Cina, di mana konsumsi buah segar lebih sedikit dibanding di Amerika Serikat dan negara-negara maju lainnya.

“Ini adalah  studi terhadap kelompok terbesar  menunjukkan hubungan yang jelas dari konsumsi buah segar dengan perkembangan dan kemajuan penyakit diabetes,” kata penulis studi, Huaidong Du dari University of Oxford dalam sebuah pernyataan.

Walau pun adanya keuntungan kesehatan dari makan buah segar, namun kandungan gula dalam buah juga telah membuat orang khawatir terutama tentang potensinya yang mengancam manusia akan terserang diabetes dan konsekuensinya orang Cina yang terdiagnosa mengindap diabetes cenderung  membatasi konsumsi buah.

Dalam studi baru ini, para peneliti dari University of Oxford, Peking University dan the Chinese Academy of Medical Sciences, menganalisis 500.000 orang dewasa usia 35 tahun hingga 74 tahun. Mereka berasal dari 10 kota dan daerah pedesaan di seluruh Cina.  Perkembangan kesehatan mereka dipelajari melalui catatan kesehatan rumah sakit terkait dengan penyakit dan daftar pasien yang meninggal.

Selam tujuh tahun, studi itu menemukan bahwa hampir 10.000 kasus diabetes baru muncul diantara para pasien  yang tidak memiliki indikasi awal, sejak studi dilakukan, akan mengindap diabetes.

Lebih dari 30.000 partisipan penelitian, pada tahap awal, mengindap pra diabetes. Ada 3.400 partisipan yang meninggal dan 11.000 terserang  penyakit jantung.  Sekitar 20 persen subyek penelitian itu dilaporkan setiap hari mengkonsumsi buah segar, khususnya apel atau jeruk. Sedangkan enam persen lainnya tidak pernah atau jarang makan buah segar.

Proporsi mereka yang non konsumsi buah tiga kali lebih besar pada orang yang sebelumnya didiagnosa menderita diabetes dibanding mereka yang tidak menderita diabetes, yaitu 19 persen berbanding enam persen.  Dibanding dengan non konsumsi buah, ternyata risiko mereka yang makan buah segar setiap hari lebih rendah untuk mengindap diabetes.

Diantara para partisipan,  dalam penelitian itu,  yang menderita diabetes konsumsi buah segar lebih banyak juga memperlihatkan adanya keuntungan kesehatan. Dengan takaran 100 gr buah per hari, secara keseluruhan  menurunkan tingkat mortalitas sebesar  17 persen, 13 persen menurunkan risiko mengidap diabetes- terkait komplikasi diabetes yang mempengaruhi pembuluh darah besar, seperti penyakit jantung iskemik dan stroke, serta 28 persen lebih rendah terkena komplikasi yang mempengaruhi pembuluh darah kecil seperti ginjal dan penyakit matat.

“Studi kita menunjukkan dukungan bukti kuat bagi petunjuk diet, termasuk bagi pasien diabetes, yang merekomendasikan konsumsi buah segar lebih banyak lagi,” ujar  Zhengming Chen, penelit dari University of Oxford. “Jika ini merupakan efek perlindungan yang nyata, maka ini akan membantu untuk meningkatkan pencegahan dan pengelolaan diabetes di Cina dan di tempat lain.” [JX/Xinhua/Eka]

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here