Kota Leicester “Dirundung Duka”

Gambar Claudio Ranieri (paling depan). (Foto: JX/BBC)

LEICESTER, JIA XIANG – Pemecatan Clauido Ranieri dari posisinya sebagai manajer klub sepak bola Leicester City membuat kota ini seperti  “dirundung duka yang mendalam”.

“Rasanya seperti ada kesedihan di seluruh kota, banyak yang merasa kehilangan seorang paman terbaik,”  demikian  laporan wartawan Radio BBC Leicester. “Claudio Ranieri berhasil mewujudkan mimpi para pendukung dengan mengantarkan klub menjuarai Liga Primer musim lalu. Musim kali ini situasinya berbeda, kinerja pemain tak sebaik yang diharapkan, dan pemain-pemain baru belum tampil bagus.”

Di bawah kepemimpinan Ranieri,  mungkin tim akan mengalami degradasi, semoga saja harapan ini keliru, tambahnya.

Sejak berita pemecatan Ranieri tersiar di Inggris Kamis (24/2/17) malam, banyak yang sedih dan menyayangkan keputusan manajemen, salah satunya disuarakan oleh bintang Inggris yang juga pendukung setia klub ini, Gary Lineker.

“Memecatnya sekarang ini tak bisa dipahami dan tak termaafkan. Sangat sedih,” tulis Lineker di Twitter. Pernyataan ini diulanginya  ketika diwawancarai BBC Radio 4, dengan mengatakan bahwa dirinya tak bisa memendam kekecewaan.

Menurut Lineker, ini adalah duka untuk Claudio, untuk sepak bola, dan untuk klub yang pernah dibelanya selama tujuh musim. Karena itu, pemecatan Ranieri adalah bagian dari sepak bola modern.

“Apa yang terjadi musim lalu sungguh luar biasa … pemilik (klub) kurang punya rasa berterima kasih. Musim lalu akan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kami (pendukung Leicester), ujar Lineker.  Manajemen tak bisa menyimpulkan bahwa dia (Ranieri) tak layak menjadi manajer setelah musim lalu dia mengantarkan tim meraih predikat juara Liga Primer. Bagi saya, pencapaian musim lalu adalah keajaiban terbesar dalam olahraga.”

Leicester memulai musim 2015-2016 sebagai tim pinggiran setelah harus berjuang keras untuk lolos dari zona degradasi satu musim sebelumnya. Peluang bagi Leicester untuk juara adalah 5000:1 tapi di di bawah arahan Ranieri tim ini membalikkan keadaan dan keluar sebagai juara di liga utama Inggris.

Pemilik Leicester, pengusaha dari Thailand Vichai Srivaddhanaprabha meminta semua pihak untuk menghormati keputusannya memecat Ranieri.  “Kami sudah melakukan yang terbaik, masalahnya tak cuma satu, mungkin ada sejuta hal yang bisa kita lakukan agar klub bertahan. Hormati keputusan saya,” kata Srivaddhanaprabha. [JX/BBC/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here