Kota Turbat, Pakistan, Catat Rekor Terpanas

(Foto: JX/Tribune.com.pk)

WASHUNGTON, JIA XIANG – Berdasarkan pantauan the World Meteorological Organization (WMO), planet bumi mengalami tahun dengan suhu yang tidak biasa tinggi dengan temperatur pemecah rekor yang terjadi di Eropa, Timur Tengah, Afrika Utara, dan Amerika Serikat.

Setidaknya 60 orang tewas dalam kebakaran hutan yang dahsyat di Portugis tengah. WMO mengatakan penyebab  kebakaran hutan yang sulit dikendalikan ini adalah temperatur yang sangat tinggi yang melebihi 40 derajat Celsius.

Temperatur yang sangat tinggi juga tercatat di Spanyol dan di Perancis, yang mengeluarkan peringatan berwarna Oranye, tingkat peringatan kedua tertinggi hari Selasa (20/6/17). WMO melaporkan panas yang hampir memecahkan rekor juga dilaporkan terjadi di California dan di gurun pasir Nevada.

Para pakar meteorologi melaporkan Afrika Utara dan Timur Tengah dilanda udara yang sangat panas dengan suhu yang mencapai 50 derajat Celsius. Namun wanita juru bicara WMO, Claire Nullis, mengatakan tempat terpanas di bumi tampaknya adalah kota Turbat yang berada di baratdaya Pakistan, dimana dilaporkan suhu mencapai 54 derajat Celsius di bulan Mei.

“Tampaknya ini adalah rekor temperatur yang baru untuk Asia. Catatan temperatur tersebut sudah diverifikasi, yang setara dengan rekor … yang dicapai di Kuwait bulan Juli tahun lalu. Jadi, sekarang kita akan membentuk sebuah komite investigasi untuk memastikan apabila itu adalah sungguh sebuah rekor temperatur yang baru untuk kawasan tersebut,” ujar Nullis.

Ilmuwan Senior di WMO, Omar Baddour, menjelaskan bahwa rekor suhu tertinggi di dunia yaitu 56 derajat Celsius tercatat di Death Valley yang terletak di Amerika Serikat pada tahun 1913.

“Sulit sekali untuk memecahkan rekor dunia karena tidak mudah untuk mengumpulkan semua kondisi dari segi tekanan udara dan invasi udara bersama-sama dalam satu tempat. Jadi, yang menjadi keprihatinan sekarang adalah kita mendekati rekor tersebut. Rekor suhu tertinggi sekarang berada pada 54 derajat. Jadi bedanya tidak terlalu jauh dari rekor suhu tertinggi di dunia.”

WMO mengatakan gelombang panas dunia diperkirakan akan menyebabkan lebih banyak lagi kebakaran hutan yang mematikan. Apabila tidak diambil tindak kewaspadaan, lembaga tersebut memperingatkan lebih banyak lagi orang yang akan tewas akibat suhu tinggi, seperti yang terjadi pada tahun 2003, saat gelombang panas di seluruh Eropa menewaskan 70.000 orang.

Kalangan ilmuwan memperkirakan perubahan iklim akan menimbulkan gelombang panas yang lebih kuat, lebih sering, dan berlangsung lebih lama. [JX/VOA/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here