Kumandang Pesan Dhamma melalui Lagu

Setelah vakum lebih kurang 20 tahun, Sarjana dan Profesional Buddhis Indonesia (SIDDHI) kembali menggelar Lomba Cipta dan Penyanyi Lagu Buddhis Nasional (LCPLBN) 2014. Sebanyak 170 penyanyi mengikuti audisi yang dilaksanakan pada bulan Agustus hingga September lalu.  Audisi dilaksanakan di tujuh kota yakni Surabaya, Makasar, Yogyakarta, Medan, Palembang, Lampung dan Jakarta.

Selain untuk memperkaya khasanah lagu Buddhis, event ini juga untuk mendorong para seniman musik agar melahirkan karya-karya baru mereka. Alhasil, sebanyak 88 lagu baru diterima penyelenggara untuk selanjutnya diseleksi hingga akhirnya terpilih 10 ciptaan yang terbaik.

Menurut Ketua Pelaksana LCPLBN 2014 Susanna Rita kepada pers, di sela grandfinal di  ICC Mega Glodok Kemayoran, Sabtu (6/12) malam, banyaknya peserta yang mengikuti audisi dan lagu baru yang dilombakan sungguh di luar dugaan penyelenggara mengingat ajang ini baru dimulai lagi setelah sangat lama vakum.

“Kita mengambil inisiatif menghidupkan kembali ajang Lomba Cipta dan Penyanyi Lagu Buddhis yang telah 20 tahun tak diselenggarakan,” kata Rita. Momentumnya pun dianggap tepat di mana bangsa Indonesia semakin mengapresiasi keberagaman dan kebhinekaan. Maka LCPLBN 2014 bertema “Universal Untuk Harmoni”.

Dengan tema ini diharapkan melalui musik dan isi lagu yang mengandung nilai-nilai luhur atau kebenaran bersifat universal akan turut menciptakan keharmonisan umat manusia tanpa membedakan suku, ras, agama, dan latar belakang yang berbeda-beda.

Hal senada disampaikan Penasihat SIDDHI, Hartawan. Ia berharap melalui ajang ini lahir lagu-lagu rohani, khususnya rohani Buddhis, yang tidak dalam nada monoton. Dia bergembira ternyata di malam final diperdengarkan lagu rohani dengan aneka irama. Ada pop, rokc, jazz, dan hip hop. Dengan demikian syairnya yang mengandung pesan dhamma dapat dengan mudah disampaikan dan dikomunikasikan ke kalangan semua kalangan.

“Sebab, syair yang ingin disampaikan oleh para pencipta lagu memiliki pesan agar umat belajar dharma secara langsung. Para penyanyinya pun membantu penyebaran dharma secara langsung kepada umat,” paparnya.

Ketua Umum SIDDHI, Sujanto Latip, mengapresiasi juri LCPLBN 2014 yang telah menyeleksi penyanyi dan lagu karya terbaru sehingga terpilih 10 terbaik. “Yang terpilih dapat disenangi secara umat. Lagu rohani Budhis kembali bangkit karena mereka,” katanya bangga.

Di grandfinal, Sabtu malam, yang dihadiri Bhikkhu Sangha Theravada Indonesia, Dirjen Bimas Buddha Kementerian Agama Drs. Dasikin, M.Pd, anggota DPR RI Danil Johan, dan pengurus SIDDHI, para jurinya adalah Nyak Ina Ubiet Raseuki,  Prasadja Budidharma, dan Chittra Swastiekka. Dari penilaian mereka, terpilih tiga penyanyi dan tiga pencipta lagu sebagai pemenang LCPLBN 2014

Penyanyi yang berhasil keluar sebagai pemenang masing-masing Glendy Tejopratomo, asal Surabaya, Jawa Timur, sebagai juara pertama; Hanny Marcella, asal Palembang, Sumatera Selatan, sebagai juara kedua; dan Chriselda Armani, asal DKI Jakarta, sebagai juara ketiga. Adapun juara favorit diraih Jasmin asal Yogyakarta.

Sementara pencipta lagu yang memenangi LCPLBN 2014 masing-masing Candra Wijaya (juara pertama), asal Palembang, Sumatera Selatan, lagu buah karyanya berjudul Ladang Hati; Andri (juara kedua), asal Tangerang, Banten, lagu buah karyanya berjudul Berbagi; dan Angelia Natatiluva (juara ketiga), asal Palembang, Sumatera Selatan, lagu buah karyanya berjudul Mari Ciptakan Harmoni.

Suasana malam final semakin meriah dengan tampilnya artis-artis Buddhis, yakni Wisdom Beat, Light and Simple Rhythm (LSR) dan Shalut Band. [JX/Windrarto]

 

*) Artikel ini dimuat di Tabloid Jia Xiang Hometown, Edisi I / 2015

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here