Kunjungan Raja Salman, Titik Tolak Tingkatkan Hubungan Indonesia-Arab Saudi

Presiden Joko Widodo (Foto: JX/SMH)

BOGOR, JIA XIANG – Presiden Joko Widodo mengatakan, kunjungan Raja  Salman menjadi titik tolak dalam meningkatkan hubungan Indonesia dan Arab Saudi yang dipersatukan oleh Islam, oleh persaudaraan, dan hubungan yang saling menguntungkan.

Presiden dalam pidato jamuan makan siang kunjungan kenegaraan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz al-Saud itu di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/3/17) menambahkan bahwa sebagai negara dengan penduduk Muslim paling besar di dunia, tentunya bangsa Indonesia akan selalu memiliki ikatan khusus dengan Arab Saudi.

Raja Arab Saudi terakhir kali berkunjung ke Indonesia adalah Faisal bin ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdurrahman as-Saud tahun  1970. Raja Faisal memerintah pada 2 November 1964 hingga wafat pada  25 Maret 1975.

Indonesia dan Arab Saudi adalah dua negara besar yang memiliki pengaruh penting di kawasan. Karena itu, sudah selayaknya dua negara ini dapat terus meningkatkan kerja sama, baik dalam konteks bilateral maupun internasional, kata Presiden Joko Widodo sambil menambahkan, Indonesia tak pernah lupa bahwa Arab Saudi merupakan satu dari tujuh negara Arab pertama yang mengakui  kemerdekaan Republik Indonesia pada 1947.

Sedangkan, Raja Salman mengemukakan, kunjungannya ke Indonesia diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan hubungan kedua negara di berbagai bidang. Selain itu juga diharapkan dapat mencapai harapan maupun keinginan kedua bangsa yang bersahabat.

Raja Salman dijadwalkan berada di Jakarta dan Bogor mulai Rabu (1/3/17)  hingga Jumat (3/3/17). Kemudian Raja Salman bersama 1.500 anggota delegasinya, termasuk 14 menteri dan 25 pangeran, akan berkunjung ke Bali pada Sabtu (4/3/17) hingga Kamis (9/3/17). [JX/Win]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here