Lamian Hualong Beromset Miliaran Yuan

Lamian (Foto: JX/Ist)

XINING, JIA XIANG – Bagi orang luar mungkin melihat Hualong sebagai sebuah desa terpencil di Provinsi Qinghai, Cina. Tetapi di tempat ini ada makanan yang orang luar mengenalnya sebagai mie. Di Hualong orang menyebutnya lamian dan ketenarannya sudah hingga berbagai tempat di negara itu.

Lamian adalah mie tarik yang dikerjakan secara tradisional, yaitu hanya dengan tangan tanpa mesin apa pun. Tidak heran bila orang menyebut lamian sebagai mie-tarik tangan.

Membuat lamian (Foto: JX/Ist)

Hualong yang berpenduduk 286.000  jiwa, menurut catatan tahun 2016 hidup dibawah garis kemiskinan. Namun keadaan berubah setelah adanya gelombang migrasi dari Hualong ke berbagai kota  di Cina, dan mereka rata-rata membuka restoran lamian.

Menurut catatan tahun 2016 tercatat lebih dari sepertiga  penduduk Hualong berbisnis lamian. Mereka bekerja di ratusan kota di seluruh Cina, ujar Ma Qianli, Deputi Kepala Kabupaten Hualong.

Setiap tahun pendapatan restoran-restoran itu mencapai 6,2 miliar yuan atau 950 juta dollar AS (data tahun 2015). Dan total keuntungan lebih dari 1,8 miliar yuan, tambah Ma. Hal ini tidak heran bila banyak warga kota di seluruh Cina kini menjadi mengagumi lamian.

Yang pasti rasa lamian itu biasanya disesuaikan dengan selera daerah masing-masing. Lamian Hualong memiliki rasa standar yaitu kaldunya dibuat dari rebusan tulang  sapi asin yang dimasak selama empat jam. Sedangkan mie harus disajikan dengan irisan tipis lobak, dan menggunakan lada pedas daerah setempat.

Yang penting juga lamian ini tidak hanya terkenal di dalam negeri, tetapi juga sudah ke manca negara seperti Malaysia, Turki, dan Bangladesh. [JX/Xinhua/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here