Laut China Selatan Kembali Memanas

Tokyo, Jia Xiang  – China akan mengumumkan satu Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) di Laut China Selatan. Hal ini menjadi satu tindakan yang mungkin akan meningkatkan ketegangan di satu wilayah yang disengketakan.

Seperti diberitakan media massa di Tokyo, Jepang, Sabtu (1/2/14), laporan tersebut datang beberapa bulan setelah Beijing mengumumkan satu ADIZ di Laut China Timur, yang mencakup pulau-pulau yang kedaulatannya disengketakan dengan Jepang.

Antara melansir bahwa berita itu juga muncul ketika negara-negara di kawasan tersebut semakin kuatir terhadap klaim-klaim China atas wilayah itu yang semakin agresif.

Para pejabat tingkat kerja di angkatan udara China telah menyusun usul-usul bagi zona baru itu, yang akan menetapkan pulau-pulau Parcel yang tersebar luas di laut itu, kata surat kabar Asahi Shimbun,yan mengutip pernyataan sumber-sumber yang tidak disebut namanya pada Mei tahun lalu, kata surat kabar itu.

Beijing mengklaim hampir seluruh Laut China Selatan, bahkan daerah-daerah yang jauh dari garis pantainya. Negara-negara yang terletak di sekitar laut itu bersaing melakukan klaim-klaim yang tumpang tindih atas laut itu terlibat sengketa dengan Beijing, termasuk atas kepemilikan pulau-pulau itu.

Banyak negara, termasuk Amerika Serikat dan Jepang, menggunakan ADIZ sebagai satu bentuk peringatan awal, yang memungkinkan mereka memantau pesawat yang mendekat wilayah udara mereka.

Pesawat-pesawat yang memasuki daerah itu sering diminta memberitahukan identitas mereka dan tetap mempertahankan kontak radio dengan pihak berwenang lokal. Setiap pesawat yang dapat menimbulkan kekhawatiran dapat membuat jet-jet tempur memburu dan mencegatnya.

Rancangan itu menetapkan zona tersebut akan mencakup minimum Paracel, dan dapat mencapai lebih jauh pada sebagian besar Laut China Selatan. Beijing masih mempertimbangkan eksistensi zona itu dan sedang mempertimbangkan waktu bagi satu pengumuman, kata surat kabar itu.

Jepang, Korsel dan negara-negara lain menanggapi dengan marah pada November 2013 ketika Beijing secara sepihak mengumumkan satu ADIZ di Laut China Timur.

China meminta semua pesawat menyampaikan rencana-rencana penerbangan ketika akan melewati daerah itu, memberitahu kebangsaan mereka dan tetap melakukan komunikasi radio dua jalur, atau menghadapi “tindakan-tindakan pertahanan darurat”.

AS mengatakan pihaknya tidak akan menaati ADIZ itu dan dalam apa yang disebutnya sebagai satu tantangan pada Beijing, yang memicu pesawat-pesawat militer AS melintasi wilayah itu.

Zona itu mencakup pulau-pulau yang disengketakan yang dikuasai Tokyo, yang dikenal di Jepang bernama Senkaku dan China menyebutnya Diaoyu, tempat kapal-kapal dan pesawat dari dua negara telah saling mengintai.

Pada November 2013, Provinsi Hainan, pulau China selatan mensahkan satu peraturan yang mewajibkan kapal-kapal nelayan asing harus memperoleh izin untuk memasuki perairannya, yang ditetapkan sebagai bagian terbesar laut itu.

Pada September 2013, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry memperingatkan China tidak tidak mengumumkan satu zona pertahanan udara baru di laut itu, yang adalah rute lalu lintas penting bagi banyak perdagangan regional dan global melalui wilayah perairan itu.[U1]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here