Li Ka-shing : Hong Kong Merdeka, Terlalu Dibuat-buat

Li Ka-shing (foto: JX/independent.co.uk)

HONG KONG, JIA XIANG – Orang terkaya di Hong Kong, Li Ka-shing, menegaskan bahwa ide Hong Kong merdeka, lepas dari Tiongkok daratan, adalah pemikiran yang terlalu di buat-buat. Kondisi itu tidak ada bagi Hong Kong, apalagi harus berupaya sendiri.Kepada wartawan, setelah dia menjelaskan soal laporan pendapatan dua perusahaannya CK Hutchison dan Cheung Kong Property, Li menambahkan, dia berpendapat bahwa tidak semua rakyat Hong Kong akan mendukung pemikiran soal kemerdekaan.
“Saya secara pribadi, seperti kebanyakan orang Hong Kong, tidak suka ide merdeka dari daratan. Pemikiran itu tampaknya muncul seperti dibuat-buat saja,” ujarnya.
Li sendiri pernah menghadapi serangan media pemerintah akhir tahun lalu, setelah dia menjual aset-asetnya yang ada di Tiongkok daratan. Banyak komentar muncul yang menuduhnya telah meninggalkan negara itu. Sementara kritikan tidak menguntungkan juga muncul di berbagai media sosial.
Pernyataan terakhirnya muncul sehari setelah seorang pejabat senior bidang hukum dari Beijing yang menolak seruan dari beberapa pihak di Hong Kong untuk mengubah kota ini menjadi negara berdaulat yang independen di 2047, setelah Deklarasi Bersama Tiongkok-Inggris berakhir.
Sementara hari Rabu (16/3/16) Qiao Xiao, Kepala Komisi Hukum Kongres Rakyat Nasional sekaligus mantan Kepala Komisi Hukum Dasar, menegaskan bahwa Hong Kong tidak berada dalam keadaan untuk merdeka.
Di sisi lain, Li Ka-shing menjelaskan secara garis besar pentingnya hukungan antara Hong Kong dengan daratan. “Jika Hong Kong tidak mendapat dukungan dari Tiongkok, saya percaya Index Hang Seng akan anjlok sedikitnya 50 persen dari keadaan sekarang,” tambah Li. “Saya percaya pemerintah pusat selaly ingin Hong Kong menjalankan yang terbaik.”
Sedangkan terkait kepentingan lokal, menurut Li, Hong Kong adalah bagian dari Tiongkok sejak zaman dulu, “Jika Anda anak muda, istri masa depan Anda mungkin dari Inner Mongolia atau timurlaut Tiongkok. Sekarang tidak ada lagi identitas lokal. Satu negara adalah satu negara,” ujarnya sambil memperingatkan para politisi Hong Kong untuk tidak mengancam masa depan kota itu. [JX/SCMP/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here