Luis Enrique : Masa Kontrak Pelatih Enam Bulan

Luis Enroque (kiri) dan Lionel Messi. (Foto: JX/Ist)

BARCELONA, JIA XIANG – Pelatih FC Barcelona, Luis Enrique, mencetuskan gagasan agar masa kontrak pelatih dan manajer lebih pendek. Durasi kontrak bagi para pelatih dan manajer semestinya dibatasi hingga enam bulan, bukan bertahun-tahun.
Artinya, menurut Enrique, era seorang manajer bisa bertahan di sebuah klub sampai 20 tahun, seperti Arsene Wenger di Arsenal, akan berakhir. ”Dalam era modern, hal itu mustahil,” kata Enrique. “Seharusnya tidak pernah ada kontrak lebih dari enam bulan. Jika saya tidak senang dan tidak membantu, tidak masuk akal bagi saya untuk tetap melatih. Semakin pendek (durasi kontrak), semakin baik.”
Enrique (45 tahun) telah menangani AS Roma dan Celta Vigo sebelum datang kembali ke Stadion Nou Camp sebagai pelatih pada 2014. Kala itu dia diberikan kontrak selama dua tahun dan pada Juni 2015 lalu diperpanjang setahun, sehingga dia akan bertahan setidaknya sampai 2017 mendatang.
Masa kontrak pelatih atau manajer yang pendek, menurut mantan pemain FC Barcelona itu, akan klop dengan situasi keuangan setiap klub. Pasalnya, klub-klub tersebut tidak perlu menghabiskan uang terlalu banyak untuk mendepak seorang pelatih atau manajer, sebelum masa kontrak mereka berakhir.
“Akan lebih murah bagi pihak klub. Jika Anda tidak suka dengan manajernya, Anda bisa menggantinya dan Anda tidak perlu menghabiskan banyak uang untuk memecatnya. Saya pikir masa depan bergerak ke arah sana baik bagi klub maupun pelatih untuk menentukan apakah dia akan bertahan setiap tahun,” tegas Enrique.
Bicara soal pemecatan manajer, Liga Inggris mencatat rekor pada paruh musim 2015-2016 dengan mendepak sebanyak 29 manajer di empat divisi teratas Liga Inggris. Pemecatan itu tersebar di empat divisi teratas Liga Inggris yang mencakup 92 klub, antara 1 Juni 2015 hingga 31 Desember 2015. Ini adalah jumlah terbanyak sepanjang masa saat musim kompetisi masih bergulir setengah jalan.
Catatan pemecatan tersebut dikritik Direktur Eksekutif Asosiasi Manajer Liga (LMA), Richard Bevan. “Dengan budaya rekrut dan pecat yang terjadi dalam sepak bola, menjadi sulit bertahan selama periode waktu yang cukup guna mempelajari kiat-kiat, mempelajari kesalahan dan pengalaman. Manajer-manajer harus mengatasi penilaian instan dan, kadang, sukses dan kegagalan jarang terpisah jauh,” kata Bevan. [JX/BBC/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here