Makan Malam Jadi ‘Barang Mahal’ di Keluarga

Jakarta, Jia Xiang – Momentum makan malam bersama keluarga di rumah merupakan momentum paling berharga dalam menjaga keharmonisan keluarga. Sayangnya saat ini momentum tersebut seperti menjadi “barang mahal” dalam keluarga.

Sosiolog dan pemerhati keluarga, Prof Agens Widanti menilai bahwa rata-rata keluarga di daerah perkotaan jarang sekali bisa berkumpul dalam acara makan malam di rumah. Padahal momentum ini sangat berarti bagi keintiman dan keharmonisan keluarga.

“Dengan tingkat kesibukan masing-masing anggota inti keluarga, saat ini hampir sangat sulit mempertemukan seluruh anggota inti keluarga hanya untuk makan malam bersama di rumah. Realitas ini terjadi di sebagian besar keluarga yang tinggal di perkotaan,” kata Agnes Widanti, Minggu (12/1/14).

Meskipun makan malam adalah hal yang sederhana, namun momentum tersebut paling efektif untuk merekatkan seluruh anggota keluarga, sebab kehangatan yang tercipta dalam suasana kebersamaan itu. “Kebersamaan itu semakin memudar di dalam keluarga,” ujarnya.

Menurut Agnes Widanti, berkurangnya nilai kebersamaan dalam keluarga menimbulkan berbagai efek luar biasa, misalnya terjadi keretakan hubungan antaranggota keluarga, seperti anak dengan ibunya.

“Karenanya makan malam bersama itu bisa menjalin kerekatan keluarga, apa saja bisa diomongkan dalam momentum kebersamaan itu. Terutama dalam mengontrol perilaku dan perkembangan anak,” ungkapnya.

Selain itu, kata Agnes Widanti, rendahnya kebersamaan dalam keluarga itu juga menimbulkan dampak yang lebih besar dalam hubungannya dengan kehidupan bermasyarakat. Kondisi ini lebih diperparah dengan sistem pendidikan yang kurang menonjolkan penanaman nilai-nilai kekeluargaan. Siswa dididik seolah-olah semuanya serba instan. Sementara di keluarga, anak-anak tidak pula mendapatkan penanaman nilai-nilai kekeluargaan.

“Teknologi semakin maju, tidak masalah. Orang asyik dengan kemajuan teknologi tidak masalah. Namun, nilai-nilai dalam keluarga, seperti budi pekerti, saling menghormati, dan menyayangi tidak boleh dilupakan,” kata Agnes.[U1]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here