Mantan PM Portugal Antonio Guterres Calon Kuat Pimpin PBB

Antonio Guterres (Foto: JX/VOA)

NEW YORK, JIA XIANG – Mantan Perdana Menteri Portugal Antonio Guterres semakin dekat untuk menjadi Sekjen PBB berikutnya untuk menggantikan Ban Ki-moon. Guterres unggul dalam pemungutan suara tidak resmi para pembuat keputusan Dewan Keamanan (DK).Para diplomat DK PBB mengadakan pemungutan suara tidak resmi putaran ketiga hari Senin (29/8/16) waktu setempat atau Selasa (30/8/16) WIB. Para diplomat yang mengetahui hasil-hasil itu mengatakan, Guterres unggul diantara 10 calon dengan 11 suara “mendukung” pencalonannya, tiga “tidak mendukung” dan satu “tidak memberikan pendapat”.
Para diplomat dari banyak negara telah menyampaikan dukungan bagi pencalonan Guterres dengan menyebut karisma, pengalamannya memimpin badan pengungsi PBB selama satu dekade dan sebagai pemimpin Portugal dari tahun 1995-2002.
Meskipun tampaknya Gutteres usia 67 tahun mendapat dukungan kuat dan konsisten diantara mayoritas anggota DK, masih belum jelas apakah dia bisa lolos dari veto putaran berikutnya dari salah satu dari lima anggota tetap DK.
Tiga calon Eropa timur, berada di urutan kedua dan bersaing di urutan ketiga. Menlu Slovakia Miroslav Lajcak berada di urutan kedua dengan sembilan suara mendukung, lima tidak mendukung dan satu tidak memberikan pendapat. Bersaing di urutan ketiga antara kepala UNESCO dari Bulgaria, Irina Bokova dan mantan Menlu Serbia, Vuk Jeremic.
Susana Malcorra dari Argentina, Srgjan Kerim dari Macedonia dan Helen Clark dari Selandia Baru termasuk diantara para kandidat.
DK tampaknya akan mengadakan sekurangnya dua atau tiga putaran pemungutan suara tidak resmi lagi sebelum membuat keputusan akhir. Sementara itu setelah mengetahui hasil-hasil hari Senin sebagian kandidat mungkin akan mundur dari pencalonan mereka setelah kurang mendapat dukungan.
Duta besar Inggris, Matthew Rycroft, kepada wartawan ketika menuju pemungutan suara itu mengatakan, sudah waktunya “memenangkan dukungan pencalonan”. Dia menambahkan kandidat yang menang disyaratkan mendapat minimal sembilan dukungan dan tanpa veto. “Dan itu standar yang masih jauh dari bagi sebagian besar kandidat saat ini”.
Semua kartu suara sama saat ini, tapi dalam putaran berikutnya kelima anggota tetap DK, Inggris, Cina, Perancis, Rusia dan Amerika Serikat akan berganti dengan kertas yang berwarna lain. Kelima negara itu punya hak veto terhadap para kandidat dan suara “tidak mendukung” akan menggagalkan kesempatan kandidat.
Belum diumumkan kapan pemungutan suara putaran berikutnya. Tahun 2006, Ban Ki-moon terpilih sebagai Sekjen PBB setelah pemilihan tidak resmi ke empat. Jadi, pemenang calon pemimpin PBB itu akan mengambil alih posisi Ban Ki-moon pada 1 Januari 2017. [JX/VOA/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here