Marga Fu Qing, Jalin Kekerabatan Dengan Kesenian

Jia Xiang – Marga Hok Ciah Fu Qing meletakkan seni sebagai wadah perekat ikatan kekeluargaan mereka. Oleh sebab itu berbagai pergelaran seni telah menjadi kegiatan utama mereka  sejak 10 tahun lalu.
Sebut saja pergelaran seni yang berlangsung hari Selasa (26/2/13) dalam arisan keluarga marga Hok Ciah Fu Qing di kawasan Jalan Buah Batu, Bandung, Jawa Barat.
Malam itu, sejumlah anggota marga Hok Ciah Fu Qing menampilkan kebolehan mereka lewat tarian dan nyanyian. Kelompok marga itu memang menjadikan tarian dan nyanyian sebagai media hiburan mereka setiap kali menyelenggarakan arisan keluarga.
Bahkan pada malam itu, mereka juga tampil bersama artis dari Malaysia dan Putri Ayu, salah satu pemenang kompetisi Indonesia Mencari Bakat.
Menurut Huang Hua Zhi,  salah satu pengurus Yayasan Fu Qing,   paguyuban marga itu memiliki kegiatan di bidang sosial dan pendidikan, serta terakit dengan program pendidikan itu, salah satu media belajar yang disediakan bagi generasi muda Fu Qing adalah belajar menyanyi dan menari, baik  tarian tradisional maupun moderen khas Tiongkok.
“Sejumlah penyanyi dan penari berbakat dari marga Hok Ciah di bawah Yayasan Fu Qing, tidak lepas dari jasa para sesepuh Fu Hua,” ujar Huang Hua Zhi.
Aksi para penari dan penyanyi itu selalu memukau pada setiap penyelenggaraan arisan keluarga, seperti penampilan murid TK Ronghua yang membawakan tarian gendang dan tarian selamat tahun baru Imlek.
Melihat aksi anak-anak itu, ribuan anggota keluarga Fu Qing yang hadir cukup terhibur dibuatnya.  Apalagi saat trio penyanyi Lin Shu Ying, Li Rui Lan, dan Lin Cui Ping membawakan  lagu Ren Hua, tepuk tangan para hadirin membahana menyambut aksi mereka.
Sementara para guru TK Ronghua juga tak ketinggalan menunjukkan kemampuan mereka, seperti Chen Young Yi yang membawakan lagu Good by My Heart,  Cai Shu Ling melantunkan lagu Yi Sheng De Xuan Ze, dan Yohana yang menyanyikan lagu Lu Hua.
Sedangkan para wanita pengurus Yayasan Fu Qing tampil membawakan tarian Nu Er Qing.  Usia mereka yang lebih dari setengah abad tak mengurangi kelincahan dalam berlenggak-lenggok mengikuti alunan musik.
Dalam usianya yang sudah 10 tahun lebih, Yayayasan Fu Qing terus melakukan pembinaan untuk bidang olah vokal, musik dan tari.
Hingga sekarang, Yayasan Fu Qing beranggotakan lebih dari 1.600 orang,  dan arisan keluarga yang mereka adakan sejak tahun 2003 selalu berjalan tanpa hambatan. Bahkan,  saat ini mereka tengah membangun gedung serba guna di lahan seluas 13.000 meter persegi di Jalan Jenderal Sudirman No, 620 Bandung, Jawa Barat.
“Sarana ini kami harapkan selesai tahun 2013 agar semua kegiatan bisa dilangsungkan di gedung itu,” tegas Wang Yong,  pengurus Yayasan Fu Qing kepada Jia Xiang Hometown.
Menurut Wang, selama ini Fu Qing menyewa gedung. Namun berkat dukungan semua kerabat Fu Qing, keinginan memiliki gedung serba guna sendiri tak lama lagi terwujud.
Tahun 2014 gedung yang baru itu akan digunakan untuk menggelar kegiatan akbar keluarga Fu Qing berupa Pertukaran Seni Budaya Perkumpulan Fu Qing seluruh Indonesia.
“Tahun depan kami menjadi tuan rumah pada Pertukaran Seni Budaya itu dan tengah  mempersiapkan diri guna kelancaran acara akbar itu,” pungkas Wang Yong.[JX/Sas/W1]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here