Masa Depan Bank ASI di Cina Tak Menentu

(Foto: JX/Philstar.com)

BEIJING, JIA XIANG – Sebagai seorang ibu, Liang Juan, harus terkadang menyediakan Air Susu Ibu (ASI)  dan membekukannya sebagai cadangan  bagi bayinya. Namun persoalannya, ASI hanya bisa disimpan maksimal selama enam bulan.

Tetapi sekarang mereka, kaum ibu, terutama yang sibuk bekerja di luar rumah, tidak perlu lagi bersusah payah menyimpan ASI mereka, tetapi sekarang ada cara lain bagi ibu-ibu yang mungkin kelebihan ASI, sebab pasti tidak akan dibuang, tetapi bisa dimanfaatkan bagi bayi lain yang dalam kondisi prematur, dan berat badannya yang dianggap terlalu ringan.

Di Xi’an Cina, ada Bank ASI, yang dikelola oleh Rumah Sakit No 4 Pemerintah Provinsi Shaanxi. Bank Asi ini merupakan salah satu dari 17 fasilitas yang tersebar di seluruh Cina. ASi yang didonasikan didistribusikan untuk kebutuhan bayi yang memiliki risiko kesehatan.

“Donasi itu lebih baik daripada membuang atau menyia-nyiakan sumber  yang sangat berharga ini,” ujar Laing (33 tahun) sambil menambahkan, proses menjadi donor AS tidak bisa langsung begitu saja. Tetapi pertama seorang ibu harus menyerahkan riwayat kesehatannya, dan menjalani tes pemeriksaan penyakit tertentu seperti HIV dan hepatitis.

Sekali seorang ibu mendapat lampu hijau, ASI-nya harus segera diproses, sehingga itu bisa secepat-cepatnya pula disalutkan ke seluruh negara itu untuk anak-anak atau bayi yang membutuhkan. Proses pemeriksaan itu termasuk susu yang dipanaskan hingga 62,5 derajat Celsius selama setengah jam sebagai langkah menjalani pasterisasi. Susu itu kemudian disimpan dalam suhu minus 25 derajat Celsius, sampai dikeluarkan untuk dikonsumsi.

Sejak didirikan pada Mei 2015, sudah lebih dari 360 ibu yang mendonasikan ASI mereka ke Bank ASI pada tahun lalu saja jumlahnya mencapai 260 liter. Susu itu sudfah diberikan kepada lebih dari 700 bayi termasuk 400 diantaranya dikategorikan prematur.

“ASI bukan hanya makanan, tetapi juga obat bagi bayi yang rentan dalam beberapa kasus. ASI mampu memberikan perlindungan terhadap bakteri dan beberapa virus,” ujar Liu li, dari Komisi Kesehatan Anak, Cina, sebelum  merayakan  Hari Memberi ASI pada Jumat (20/5/17).

Bank ASI pertama di dunia didirikan di Wina tahun 1909. Dan seabad kemudian muncul ratusan bank ASI di Eropa dan Amerika Utara. Sementara di Cina sendiri Bank ASI persama didirikan di Guangzhou tahun 2013. Kota-kota lain kemudian menyusul mendirikan bank itu termasuk di Shanghai, Chongqing, Nanjing dan Beijing. Namun karena persoalan kekurangan dana dan donor ASI, maka masa depan Bank ASI di Cina menjadi tidak menentu. [JX/Chinadaily/Eka]

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here