Megahnya Monumen Proklamator Cina

Jia Xiang-Kemegahan monumen Sun Yat Sen (Dr. Sun Yat-sen Memorial Hall) berartistektur khas Tionghoa terlihat di antara gedung-gedung pencakar langit di Jalan Lianxin, Provinsi Guangzhou, Cina. Monumen ini dibangun untuk mengenang jasa kepahlawanan sebagai proklamator Republik Rakyat Cina.

Dr. Sun Yat Sen merupakan seorang pemimpin yang disegani dalam sejarah moderen Cina di abad 20, baik di daratan Cina maupun Taiwan. Di Taiwan,  Sun Yat Sen dipandang sebagai bapak bangsa dan pendiri Republik Cina. Sementara di daratan Cina, ia dipandang sebagai seorang nasionalis, protososialis dan pelopor revolusi China. Bahkan namanya disebut dalam pembukaan Konstitusi RRC sebagai Pemimpin Revolusi 1911 yang berhasil menghapuskan feodalisme sistem monarki dan melahirkan Republik Cina.

Balai peringatan ini sebenarnya lebih berfungsi sebagai balai vitalisasi kebudayaan dan kesenian. Mulai dibangun pada tahun 1969 dan selesai pada tahun 1972, pembukaan balai ini diresmikan sendiri oleh presiden waktu itu, Chiang Kai-shek. Balai ini berlokasi di samping kompleks Pusat Perdagangan Internasional Taipei.

Selain sebagai balai vitalisasi kebudayaan dan kesenian, monument ini biasa  digunakan sebagai salah satu tempat destinasi kunjungan wisata lokal maupun mancanegara, tiket masuknya hanya dikenakan 10 Yuan atau setara Rp19.000.

Bagi warga setempat, di areal monumen ini mereka bisa melakukan berbagai macam aktifitas. Pantauan Jia Xiang Hometown, Rabu (25/9/13), sejumlah warga berolahraga taichi dan meditasi di tempat ini. Ada juga yang asyik bermain bersama keluarga sambil menikmati kemegahan monumen ini. [Sop/U1]

Jia Xiang-Kemegahan monumen Sun Yat Sen (Dr. Sun Yat-sen Memorial Hall) berartistektur khas Tionghoa terlihat di antara gedung-gedung pencakar langit di Jalan Lianxin, Provinsi Guangzhou, Cina. Monumen ini dibangun untuk mengenang jasa kepahlawanan sebagai proklamator Republik Rakyat Cina.

Dr. Sun Yat Sen merupakan seorang pemimpin yang disegani dalam sejarah moderen Cina di abad 20, baik di daratan Cina maupun Taiwan. Di Taiwan,  Sun Yat Sen dipandang sebagai bapak bangsa dan pendiri Republik Cina. Sementara di daratan Cina, ia dipandang sebagai seorang nasionalis, protososialis dan pelopor revolusi China. Bahkan namanya disebut dalam pembukaan Konstitusi RRC sebagai Pemimpin Revolusi 1911 yang berhasil menghapuskan feodalisme sistem monarki dan melahirkan Republik Cina.

Balai peringatan ini sebenarnya lebih berfungsi sebagai balai vitalisasi kebudayaan dan kesenian. Mulai dibangun pada tahun 1969 dan selesai pada tahun 1972, pembukaan balai ini diresmikan sendiri oleh presiden waktu itu, Chiang Kai-shek. Balai ini berlokasi di samping kompleks Pusat Perdagangan Internasional Taipei.

Selain sebagai balai vitalisasi kebudayaan dan kesenian, monument ini biasa  digunakan sebagai salah satu tempat destinasi kunjungan wisata lokal maupun mancanegara, tiket masuknya hanya dikenakan 10 Yuan atau setara Rp19.000.

Bagi warga setempat, di areal monumen ini mereka bisa melakukan berbagai macam aktifitas. Pantauan Jia Xiang Hometown, Rabu (25/9/13), sejumlah warga berolahraga taichi dan meditasi di tempat ini. Ada juga yang asyik bermain bersama keluarga sambil menikmati kemegahan monumen ini. [Sop/U1]

Jia Xiang-Kemegahan monumen Sun Yat Sen (Dr. Sun Yat-sen Memorial Hall) berartistektur khas Tionghoa terlihat di antara gedung-gedung pencakar langit di Jalan Lianxin, Provinsi Guangzhou, Cina. Monumen ini dibangun untuk mengenang jasa kepahlawanan sebagai proklamator Republik Rakyat Cina.

Dr. Sun Yat Sen merupakan seorang pemimpin yang disegani dalam sejarah moderen Cina di abad 20, baik di daratan Cina maupun Taiwan. Di Taiwan,  Sun Yat Sen dipandang sebagai bapak bangsa dan pendiri Republik Cina. Sementara di daratan Cina, ia dipandang sebagai seorang nasionalis, protososialis dan pelopor revolusi China. Bahkan namanya disebut dalam pembukaan Konstitusi RRC sebagai Pemimpin Revolusi 1911 yang berhasil menghapuskan feodalisme sistem monarki dan melahirkan Republik Cina.

Balai peringatan ini sebenarnya lebih berfungsi sebagai balai vitalisasi kebudayaan dan kesenian. Mulai dibangun pada tahun 1969 dan selesai pada tahun 1972, pembukaan balai ini diresmikan sendiri oleh presiden waktu itu, Chiang Kai-shek. Balai ini berlokasi di samping kompleks Pusat Perdagangan Internasional Taipei.

Selain sebagai balai vitalisasi kebudayaan dan kesenian, monument ini biasa  digunakan sebagai salah satu tempat destinasi kunjungan wisata lokal maupun mancanegara, tiket masuknya hanya dikenakan 10 Yuan atau setara Rp19.000.

Bagi warga setempat, di areal monumen ini mereka bisa melakukan berbagai macam aktifitas. Pantauan Jia Xiang Hometown, Rabu (25/9/13), sejumlah warga berolahraga taichi dan meditasi di tempat ini. Ada juga yang asyik bermain bersama keluarga sambil menikmati kemegahan monumen ini. [Sop/U1]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here