Meliá Hotels International Akan Buka Hotel Baru di 4 Kota Besar di Indonesia

Melia Bali, Indonesia 2014, Lobby. (Foto-foto: Ist./W5)

JAKARTA, JIA XIANG – Jaringan perusahaan hotel ternama asal Spanyol, Meliá Hotels International melirik kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia, untuk memperkuat portofolio perusahaan dengan pembukaan properti barunya. Di  Indonesia, Meliá Hotels International akan membuka 4 hotel baru di 4 kota besar, yaitu Meliá Pekanbaru, Innside Yogyakarta, Sol House Bali Legian, dan Meliá Bandung.

Gabriel Escarrer

Keterangan Vice Chairman dan CEO Meliá Hotels International Gabriel Escarrer, dalam siaran persnya,  rencana tersebut merupakan strategi perusahaan dalam menjawab berbagai tantangan di tahun 2017. Di tahun ini, Meliá Hotels International berencana membuka banyak properti baru di kawasan Eropa, Amerika Latin dan Karibia, Timur Tengah, dan Afrika. Khusus untuk kawasan Asia Pasifik, Meliá Hotels International akan meresmikan 6 hotel baru lewat berbagai merek seperti Gran Meliá, Meliá, dan Sol Hotels.

Escarrer juga menekankan kembali komitmen perusahaan untuk meningkatkan kepemimpinan Meliá Hotels International dalam hotel resordan mengembangkan lebih lanjut diversifikasi internasional dari produk hotel mereka, terutama di destinasi aman seperti Asia, Mediterania dan Karibia. Dia menegaskan di tahun ini mereka akan membuat 23 hotel baru di berbagai destinasi di 15 negara. Perusahaan juga melakukan renovasi dan reposisi produk hotel resor di Spanyol, seperti Magaluf Mallorca, di mana perusahaan telah berinvestasi lebihdari 200 juta Euro dan di Torremolinos Malaga yang menghabiskan biaya 40 juta Euro.

Ekspansi ini menyusul performa positif perusahaan selama tahun 2016 di mana pada tingkat operasional, seluruh regional termasuk kota-kota hotel di Spanyol, laporan RevPAR (revenue per available room) menunjukkan angka lebih tinggi dari pendapatan tertinggi perusahaan yang pernah dicapai pada tahun 2007, dengan peningkatan hampir mendekati dua digit. Pada tahun 2016, Meliá Hotels International telah membuka sebanyak 19 hotel baru di 10 negara berbeda. Peningkatan performa juga tercermin dari pendapatan EBITDA dan angka Net Profit yang berada di atas ekspektasi pasar.

Secara finansial, Escarrer juga mengatakan terjadi penurunan signifikan pada utang perusahaan yang kini berada dalam tingkat rendah, sebagai tambahan atas peningkatan hasil finasial perusahaan.

Dia pun mengungkapkan beberapa tantangan yang akan dihadapi perusahaan di tahun ini, antara lain ekonomi kolaboratif dan hiper-segmentasi permintaan, konsolidasi industri, serta tantangan digital.

Dalam menyikapi hiper-segmentasi dari permintaan pariwisata dan maraknya sistem ekonomi kolaboratif, Meliá Hotels International menawarkan berbagai merek baru dan menargetkan 2017 sebagai tahun untuk melengkapi pembaharuan arsitektur merek mereka khususnya untuk segmen resor, seperti Sol Hotels dan sub-brand Sol House, Sol Beach House dan Sol Katmandu, serta segmen urban-bleisure (business and leisure) Meliá dan Innside by Meliá.

“Kami akan mempersembahkan lebihbanyak pilihan brand, pelayanan dan kualitas lebih baik, dan tentunya memperkuat kepemimpinan kami dalam segmen resor,” jelas Escarrer.

Mengenai konsolidasi industri, Escarrer menegaskan Meliá Hotels International menargetkan untuk menjadi lebih besar, tetapi tetap menjadi spesialis dalam segmenresor di mana perusahaan sudah menjadi pemimpin di laga internasional. Perusahaan juga berkomitmen untuk membangun aliansi strategis untuk pertumbuhan dan reposisi produk, strategi yang memungkinkan perusahaan untuk memperkuat diri dalam tingkat korporasi dan bertumbuh secara strategis, bersama dengan beberapa beberapa dana investasi internasional.

Dalam menjawab tantangan digital, Escarrer secara khusus menggarisbawahi keberhasilan perusahaan dalam melakukan transformasi. “Kami bangga bahwa Meliá Hotels International berhasil bertransformasi dan memimpin evolusi digital dari bisnis kami dengan menggunakan system terbaru serta dibukanya kanal B2B (business to business) serta B2C (business to consumer). Kami juga telah menggunakan system baru untuk penjualan, personalisasi dan pendapatan manajemen, serta situs melia.com yang lebih fungsional dan dapat diakses dari berbagai tipe perangkat,paparnya.

Sebagai bagian dari program “Meliá Digital”, perusahaan telah mengembangkan kapabilitas dan kanal penjualan dan komunikasi baru baik untuk pasar B2C maupun B2B melalui agen perjalanan dan operator tur, sehingga memungkinkan perusahaan meningkatkan penjualan secara online sebanyak 30 % di tahun 2016. [JX/Win]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here