Melihat Jejak Belanda di Kota Garut

[JX/Ivan Lawendatu]

GARUT, JIA XIANG – Jejak penjajahan Belanda di Garut Kota, Jawa Barat hingga kini masih nampak jelas. Berbagai bangunan masih terawat dengan baik dan sebagian besar dijadikan kantor Pemerintahan Kabupaten Garut.

Malam itu, Rabu (14/4/16) hujan baru saja reda saat Jia Xiang Hometown (JXH) menelusuri beberapa lokasi di pusat kota Garut. Keesokan harinya JXH merekam beberapa gedung bersejarah yang dibangun Pemerintah Belanda.

Mega Kosasih yang aktif dalam gerakan pelestarian tempat bersejarah di kota Garut mengatakan bahwa kota Garut pernah menjadi lokasi administratif Pemerintahan Belanda karena daerahnya yang sejuk dan terdapat sejumlah perkebunan kopi milik Belanda.

“Bangunan Belanda itu kini banyak dijadikan kantor Pemerintah Kabupaten Garut. Bangunannya masih kokoh,” ujar Mega kepada JXH.

Namun Mega merasa Pemerintah Kabupaten Garut belum maksimal melestarikan aset bersejarah itu. “Mestinya pelestarian gedung-gedung itu menjadi poin utamanya, supaya bisa menjadi lokasi wisata sejarah yang bernilai tinggi,” ujar Mega.

Sejumlah bangunan peninggalan Belanda yang sempat direkam JXH antara lain adalah:

Kantor Kecamatan Garut Kota yang dibangun tahun 1930-an, Kantor Pos Garut yang dibangun sekitar tahun 1930, Gereja Khatolik Santa Maria dibangun sejak Juni 1917, Gereja Masehi Advent Hari Ke VII dibangun tahun 1927, Rumah Tahanan Garut dibangun antara tahun 1813-1831, Babancong atau bangunan kecil menyerupai gazebo segi delapan yang diperkirakan dibangun sekitar tahun 1813, Pendopo Kota Garut yang mulai dibangun tahun 1813, Masjid Agung Garut di sekitar alun-alun yang didirikan mulai tahun 1813,

Selain itu masih ada sejumlah bangunan tua yang dibangun oleh pemerintah Belanda seperti Stasiun Kereta Api Cibatu, Gedung Bank Jabar di Jalan Ahmad Yani Pauwon, Markas Kodim 0611 di Jalan Veteran, Gedung Dinas Pendapatan Daerah di Jalan Ciledug Kota Kulon, Rumah Sakit Umum Garut, Rumah tinggal di Jalan Ranggalawe nomor 2, Rumah Pastoran Gereja Khatolik Santa Maria, Rumah Pastoran Gereja Kristen Protestan di Jalan Bratayuda nomor 40 Regol, SD Negeri Regol I dan II di Jalan Bratayuda nomor 48 Regol, SD Negeri Regol VII dan X di Jalan Ranggalwe Regol, serta SD Negeri Kota Kulon I dan II di Jalan Ciledug nomor 213 Kampung Paledang Kota Kulon.[JX/Ivan Lawendatu]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here