Melihat Masa Lampau di Malacca City

Miniatur perahu Laksamana Cheng Ho Mewarnai Malacca City (Foto: JX/IS)
Muzium Belia (Foto: JX/IS)
Muzium Belia (Foto: JX/IS)

MALACCA CITY, JIA XIANG – Malacca City adalah kota wisata di negeri jiran,  yang letaknya tak jauh dari Kuala lumpur, Ibu Kota Malaysia. Perjalanan wisatawan ke  Malacca City pun tidak sulit, sebab fasilitas transportasi ke wilayah itu sudah disiapkan oleh pemerintah Malaysia.  Bagi para wisatawan, moda transportasi seperti bus, taksi dan mobil carteran juga tersedia di bandara begitu menapakkan kaki di kota itu. Tinggal pilih dan  bayar sesuai yang diinginkan.

Tidak heran wisatawan yang berkunjung ke Negara Bagian  Malacca  atau Melaka, khususnya ke  Malacca City, kian hari bertambah banyak.  Lama perjalanan, lewat darat, dari   Kuala Lumpur menuju  Malacca City sekitar dua jam. Perjalanan itu terasa nyaman sebab melintasi jalan bebas hambatan yang mulus,  dan yang pasti para turis pun tidak merasa lelah.

Pengemudi Becak Beroperasi Di Salah Satu Jalan Di Malacca City (Foto: JX/IS)
Pengemudi Becak Beroperasi Di Salah Satu Jalan Di Malacca City (Foto: JX/IS)

Di Malacca City, demikian laporan perjalanan wartawan Jia Xiang Hometown, Iman Sjahputra belum lama ini, banyak bangunan tua yang bersejarah sebagai warisan kolonial di era Portugis, Belanda dan Inggris. Bangunan-bangunan tua itu seperti  Gereja St. Paul yang didirikan tahun 1300. Lalu ada  Benteng A Famosa, tetapi ada juga pelabuhan dan bangunan tua berkarakter Tiongkok di Jonker Street di China Town.

Bukan cuma itu, ada pula hotel-hotel yang mempunyai nilai sejarah dengan tarif 500 – 1.000 ringgit per malam. Karena begitu banyak bangunan kuno besejarah dan terpelihara baik, tidak heran UNESCO, badan PBB bidang Pendidikan dan Kebudayaan,  tahun 2008 menetapkan Malacca City dan George Town, Penang, Malaysia, sebagai Warisan Dunia yang dilindungi. Dua kota ini menjadi kota bersejarah dan tujuan wisata yang berada di Selat Malaka, Malaysia.

 

 

Untuk wisatawan yang suka berburu makanan dan hotel murah, maka Jonker Street adalah tempatnya. Banyak turis mancanegara yang menginap  tempat penginapan seperti Inn, lodge, losmen dan mess di kawasan ini yang sebenarnya milik penduduk setempat. Harga sewa tempat-tempat penginapan ini antara  50 – 100 ringgit per malam. [JX/E4]

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here