Memaksimalkan Kunjungan Raja Salman

Oleh : Iman Sjahputra

Kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud ke Indonesia memang sebagai sebuah lawatan kenegaraan yang sangat bersejarah bagi kedua negara, setelah hal yang sama pernah dilakukan 47 tahun lalu.  

Pada 47 tahun lalu lawatan kenegaraan itu dilakukan oleh Raja Faisal ke Indonesia.  Tapi pada lawatan kali ini  Sri Baginda Raja Salman, lebih tepat dikatakan  upaya untuk mempererat dan memperkuat hubungan kedua negara yang sudah terjalin sejak lama.

Bersejarah? Tepat, memang lawatan kali ini bukan saja sebatas mempererat hubungan dua negara, tetapi juga diikuti oleh kerjasama di bidang ekonomi dan lainnya. Yang lebih mengagumkan lagi ialah kunjungan kali ini, rombongan Raja Salman sejumlah 1.500 personel, yang antara lain Bukan hanya kerabat di lingkungan kerajaan, tetapi juga para pejabat dan menteri Arab Saudi.

Anggota rombongan ini juga bukan sembarangan, mereka antara lain terdiri dari 10 menteri dan para pangeran yang berwenang dalam menjalin kerjasama ekonomi dan investasi. Keseriusan itu pun langsung diwujudkan oleh Raja Salman dengan langsung menandatangani kerjasama setibanya di Istana Bogor, Jawa Barat.

Sementara di bidang politik, lawatan Raja Salman memang memiliki nilai strategis dan geopolitik dunia yang saat ini tengah berubah akibat terjadi pergeseran pimpinan di Amerika Serikat, dari Barack Obama ke  Donald Trump. Kemudian juga diwarnai oleh pergolakan ekonomi di Eropa, dan yang tidak kalah penting adalah perubahan besar perpolitikan di Timur Tengah dengan munculnya berbagai gerakan radikal di beberapa negara.

Tampaknya pergeseran geopolitik ini membuat Arab Saudi pun untuk memulai mengubah arah politiknya ke kawasan Asia Tenggara.  Bukan tidak mungkin Arab Saudi pun akan menjalin kerjasama di bidang ekonomi dan investasi dengan beberapa negara seperti  Cina.

Bagi Indonesia, sebenarnya sudah sepatutnya mengantisipasi perubahan politik dunia yang kini tengah bergeser. Yang penting apa pun pergeseran yang terjadi, Indonesia tetap harus bisa mengambil manfaat dari kunjungan bersejarah Raja Salman ini.

Saat ini adalah Presiden Joko Widodo yang bisa  memaksimalkan kesempatan ini. Sebab selain kunjungan pesahabatan, bernostalgia, sekaligus menarik investasi Arab Saudi di Indonesia. Selain itu, yang tidak kalah penting juga memperkenalkan pariwisata Indonesia ke Arab Saudi. Dan ini diharapkan mampu memberi dampak bagi warga Arab Saudi untuk selanjutnya menjadi target wisatawan untuk datang ke Indonesia.

Tentunya, banyak pihak berharap apa pun yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo bersama tamunya, bisa memberikan manfaat besar bagi warga negara Indonesia, ekonomi Indonesia, dan secara keseluruhan kesejahteraan seluruh warga Indonesia.

Perlu diingatkan pula bahwa kedatangan Raja Salman tidak semata menjalin hubungan lebih erat, investasi, ekonomi, atau menambah kuato haji Indonesia, tetapi perlu diingat soal TKI yang ada di sana.

Masih banyak persoalan yang terkait TKI di Arab Saudi, yang terutama perlindungan TKI. Sebab banyak pesoalan yang muncul dari TKI di negeri itu, dan mereka ini membutuhkan perlindungan dan perhatian pemerintah. Mereka ini adalah orang-orang warga Indonesia yang secara tidak langsung pula membawa uang hasil kerja di luar negeri ke dalam negeri, tetapi jangan sampai mereka terabaikan, bagai orang yang terbaikan.

Mereka, entah berapa jumlahnya, yang masih bermasalah, membutuhkan pertolongan pemerintah Indonesia. Apakah ini juga jadi perhatian pembicaaan Presiden Joko Widodo dengan Raja Salman? Kalau ya, bentuk dan hasilnya seperti apa?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here