Memanfaatkan Momentum

Jia Xiang – Kunjungan Presiden Cina, Xi Jinping ke Indonesia kali ini memberikan harapan besar bagi kelangsungan hubungan kedua negara. Tidak heran bila kedatangannya mengundang banyak perhatian media dan berbagai kalangan di Indonesia. Banyak tokoh dari berbagai kalangan pun menyatakan harapan positif dan sekaligus momentum penting bagi Indonesia  dalam menggandeng Cina yang belakangan begitu kontroversial dengan kebijakan luar negeri terutama terkait perseteruan wilayah perairan dengan beberapa negara sahabat Indonesia di ASEAN.

Pada kesempatan ini, Indonesia memetik momentum besar dengan dicapainya sejumlah kesepahaman baru di berbagai bidang yang dirajut di atas dasar kemitraan strategis komprihensif yang sudah ada.  Kemitraan ini tidak lain adalah keinginan kedua negara menjalin tali persahabatan lebih erat, dan ujungnya adalah kemakmuran rakyat kedua negara.

Menciptakan rakyat lebih makmur dan berkeadilan adalah cita-cita dasar setiap negara. Bagi Cina, cita-cita itu tergambar dalam pidato pelantikan Xi Jinping sebagai orang nomor satu di negara itu beberapa waktu lalu, yang disebutnya sebagai “Impian Cina” untuk bangkit kembali sebagai negara besar, bersamaan dengan terciptanya masyarakat makmur dan adil.

Indonesia pun demikian, memiliki cita-cita  untuk memakmurkan rakyat atas dasar keadilan. Diharapkan, dengan kesamaan  ini kedua negara bisa saling belajar, mengisi, dan meningkatkan kerja sama di berbagai bidang, sebagai langkah mewujudkan impian dan cita-cita masing-masing negara.

Karena itu, sudah saatnya kerjasama yang terjalin diantara kedua negara tidak sebatas pada bidang ekonomi semata, tetapi harus merambah ke berbagai bidang. Kedua negara pun sepakat meningkatkan kerja sama di bidang perindustrian, pembangunan infrastruktur  sektor  transportasi, juga keuangan, bidang pariwisata, pendidikan, dan industri kreatif.

Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono pun berharap  salah satunya upaya itu ditunjukkan melalui peningkatkan nilai perdagangan yang saat ini baru 51 miliar dolar AS dan keinginan Cina membuka konsulat jenderal di Bali.

Yang tidak kalah penting adalah kedua negara sepakat untuk bekerjasama lebih jauh dalam membantu memecahkan berbagai persoalan internasional  termasuk perselisihan regional, Kunci untuk kesuksesan itu, tidak lain adalah terciptanya  saling percaya diantara kedua pemerintahan. Tetapi bermodalkan kepercayaan di “tingkat atas” saja tidak cukup, sebab kepercayaan di tingkat “bawah” yaitu antarrakyat kedua negara juga harus bisa tercipta melalui berbagai bentuk seperti pertukaran pelajar dan mahasiswa, ilmuwan, tenaga pendidik, dan  kebudayaan misalnya.

Artinya kedua negara menyadari bahwa Cina menjadi penting bagi Indonesia. Begitu juga sebaliknya, Indonesia kian penting bagi Cina,  terutama dalam ikut serta memelihara stabilitas dan perdamaian di kawasan Asia-Pasifik.

Diharapkan Indonesia bisa lebih berperan aktif dalam mengatasi konflik-konflik regional dengan negara tetangga seperti pertikaian wilayah perairan di Laut Cina Selatan yang juga melibatkan antara lain Filipina, Vietnam, dan Brunai. Pendekatan kekerabatan dengan Cina, diharapkan bisa lebih menyentuh  dalam menyelesaikan konflik  sekaligus menggolkan sepenuhnya penerapan Code of Conduct yang sudah disepakati ASEAN dengan Cina.

Sekali lagi, banyak hal yang harus diraih dan diharapkan bisa dimanfaatkan oleh Indonesia melalui kedatangan Xi Jinping. Untuk kepentingan nasional, sudah tentu.  Tetapi sebagai entitas internasional, Indonesia harus juga bisa bangkit menunjukkan kepiawaiannya dalam ikut serta menjaga perdamaian regional dan internasional. Inilah momentum penting. Biarlah Cina menyuarakan kehebatan Indonesia di mata internasional. [Edwin Karuwal]

SHARE
Previous articleMencegah Kiamat
Next articleKita Bangga Memiliki Batik?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here