Membangun Kebersamaan

Perayaan malam Natal, 24 Desember  2013, di berbagai gereja di seluruh Indonesia berlangsung aman. Hal ini merupakan kerja keras  aparat keamanan yang didukung dengan partisipasi lapisan masyarakat di berbagai lokasi tempat ibadah umat Kristiani.

Peran aparat keamanan ini khususnya Kepolisian dan TNI perlu mendapat acungan jempol.  Mereka telah bekerja keras, bahkan komitmen mereka itu sudah ditunjukkan sejak awal . Dengan kata lain mereka berhasil memberikan rasa aman bagi umat Kristiani yang memperingati Natal, walaupun sebelumnya sudah muncul ancaman teror selama perayaan Natal ini.

Bahkan juga perlu diacungi jempol peran masyarakat yang ikut membantu aparat kemanan dalam upaya menciptakan rasa aman. Hal itulah yang ditunjukkan antara lain oleh Barisan Ansor Serbaguna (Banser) GP Ansor Nahdlatul Ulama di beberapa kota di seluruh Indonesia termasuk Jakarta. Bahkan di Solo Banser bersama Lembaga Dakwah Islam Indonesia membantu aparat keamanan menjaga keamanan Ibadat malam Natal.

Keberhasilan mereka itu patut diapresiasi tinggi, sebab yang pasti tujuannya bukan hanya menjaga keamanan, tetapi memiliki makna yang lebih besar yaitu mewujdukan kedamaian dan kerukunan antarumat beragama. Kondisi ini diharapkan menjadi contoh kecil yang bisa membangun semangat untuk hidup bersama,  berdampingan, rukun dan damai.

Tampaknya,  tanpa kebersamaan yang melibatkan semua unsur masyarakat  itu, tidak akan ada kedamaian dan ketenangan dalam beribadah. Karena itu, kebersamaan Natal ini sebaiknya menjadi momentum untuk melihat ke depan agar hidup bersama dan kebersamaan bisa lebih baik lagi.

Apalagi tahun depan negeri kita memasuki masa-masa penuh dengan “ketegangan” politik, yang akan diwarnai aneka persoalan.  Tahun 2014 kita akan mengikuti  pesta demokrasi terbesar di negeri ini, yaitu pemilihan presiden dan didahului oleh pemilihan para wakil rakyat di DPR dan DPD.

Yang pasti kebersamaan antara aparat keamanan dengan rakyat, seperti ditunjukkan pada pengamanan malam Natal  2013 ini, tidak boleh luntur. Bahkan kalau perlu diperkuat setiap saat, sehingga diharapkan akan tertanam di dalam diri setiap insan Indonesia ini bahwa menjunjung tinggi kebersamaan menjadi tanggung jawab bersama. Bukan tanggung jawab seseorang atau pihak tertentu saja, tetapi menjadi tanggung jawab setiap orang, tanpa melihat latar belakang agama, suku atau etnis,  atau lainnya, karena kita semua adalah warga Indonesia.

Dengan kata lain, maju mundurnya negara ini, sukses-tidaknya negara ini, aman-tidaknya negara ini, semua ada di tangan setiap warga negara Indonesia.  Kalau kita mau mengedepankan kepentingan yang lebih luas yaitu negara ini, bukan kepentingan pribadi, kelompok, atau partai, maka semua persoalan bisa diatasi bersama-sama dengan cara yang baik sesuai dengan prinsip dan dasar negara kita, Pancasila.

Untuk itulah, sudah saatnya kita membangun kebersamaan, supaya  saling menghargai, menghormati, dan membantu mereka yang membutuhkan pertolongan. Kita bentengi negeri ini dengan nilai-nilai luhur, supaya kita semakin kuat untuk menangkal berbagai macam rongrongan yang bisa mengganggu stabilitas negara.  Janganlah berbagai hal yang sudah dibangun dengan keringat sendiri, justru hancur  dalam sekejap.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here