Mempersiapkan Figur Ikuti Pemilihan Amoi di Tiongkok

YOGYAKARTA, JIA XIANG Sebanyak 90 kontestan dari 14 daerah di Indonesia mengikuti  pemilihan Hakka Ako Amoi 2016 di Imperial Ballroom The Sahid Rich Jogja Hotel, Yogyakarta. Ajang pemilihan ini dimulai dari tanggal 23-26 Maret 2016 dan dilanjutkan Grand Final pada tanggal 27 Maret 2016.

Pemilihan Hakka Ako Amoi 2016 adalah salah satu event muda mudi Hakka yang diselengarakan oleh perhimpunan Hakka Indonesia yang bertujuan untuk memperkenalkan budaya Tionghoa kepada generasi muda. Nantinya pemenang dari Hakka Amoi Indonesia akan menjadi wakil Indonesia dalam pemilihan Amoi Internasional ke-7 di Tiongkok pada November 2016 mendatang.

Menurut Tony Herman, Wakil Koordinator Nasional, kontes tersebut merupakan ajang yang tak hanya menonjolkan budaya Hakka saja, tetapi juga menggali salah satu budaya Indonesia ke tingkat Internasional.

“Pemenang Hakka Amoi 2016 akan dikirim untuk mewakili Indonesia di Amoi Internasional di Tiongkok nanti. Tentu saja perwakilan dari Indonesia juga akan ikut memperkenalkan kebudayaan Indonesia di kancah Internasional. Untuk itu agar bisa tampil di ajang tingkat nasional, tentunya panitia harus bisa menyaring kontestan terbaik,” ucap Tony saat menggelar jumpa pers Hakka Ako Amoi 2016 di The Sahid Rich Jogja Hotel, Jumat (25/03/16).

Untuk mendapatkan kontestan terbaik panitia melakukan beberapa seleksi ketat. Selain itu panitia juga melakukan proses karantina dengan memberikan pembekalan yang cukup dengan pembicara dan pengajar yang mumpuni di bidangnya.

“Selama karantina panitia memperisapkan peserta sebaik mungkin. Peserta dibekali dengan pelatihan kepribadian, public speaking, body language, personal branding, bahasa Mandarin dan bahasa Hakka. Selain pembekalan catwalk, ada pula pembekalan bagaimana berhadapan dengan media dan event management,” ujar Lies Jenny, Wakil Ketua Pembekalan.

Jenny menambahkan, persyaratan utama dalam kontes pemilihan Hakka Ako Amoi peserta harus bebas narkoba. Untuk itu seluruh peserta menjalani tes urin yang dilakukan oleh Badan Narkotik Nasional (BNN). Dari hasil tes BNN, seluruh peserta dinyatakan negatif narkoba.

“Selain bebas narkoba, peserta juga harus menampilkan empat nilai positif yang ditampilkan dalam kegiatan ini yaitu Beauty, Brain, Behaviour dan Hati. Unsur Hati menjadi pembeda dengan kontes-kontes yang lain. Hati yang dimaksud selain cantik maupun tampan, cerdas dan berperilaku baik juga harus mencintai Hakka sebagai asalnya sekaligus Indonesia,” ucap Jenny.[JX/Dee/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here