Menegakkan Telur Ayam

JAKARTA, JIA XIANG – Belum lama ini, tepat ketika tejadi Gerhana Matahari Total beberapa media menurunkan berita mengenai fenomena atau membuat telur ayam mentah berdiri tegak. Agak aneh memang kedengarannya sebab, telur ayam itu bentuknya lonjong atau oval, lalu bagaimana sampai bisa berdiri tegak? Apakah ini juga terkait dengan tradisi dari sebuah etnis tertentu?
Tentunya bagi etnis Tionghoa menegekkan telur ayam bukan hal yang luar biasa. Pada beberapa perayaan mereka sering melakukan hal tersebut. Biasanya membuat telur berdiri dilakukan pada saat perayaan Duan Wu (Bak Cang). Pada hari itu, kita dapat meletakkan/menegakkan telur ayam mentah dalam posisi berdiri di atas lantai atau meja.
Ini bisa dilakukan di sepanjang hari Duan Wu. Namun hal ini harus dilakukan pada siang hari pukul 12.00-13.00. Fenomena ini terjadi karena saat matahari memancarkan cahaya paling kuat, gaya gravitasi di saat itu adalah yang terlemah di sepanjang tahun, sehingga menyebabkan telur ayam mentah bisa berdiri tegak. Saat ini matahari sedang berada di “posisi istimewa”, yakni tepat di atas khatulistiwa.
Konon menurut para ahli, pada tanggal tersebut posisi bulan tepat berada pada satu garis lurus dengan bumi, gaya gravitasi bulan pada tengah hari akan tepat berada di bawah bumi, sehingga kuning-kuning telur akan tertarik sedikit lebih rendah dibanding pada hari-hari biasa, hal ini yang membuat titik berat telur lebih ke bawah dan membantu sang telur berdiri pada ujung lancipnya. Karena penanggalan imlek mengandalkan peredaran bulan, maka momen tersebut akan selalu jatuh tepat tengah hari tanggal 5 bulan 5 imlek, sehingga tradisi “mendirikan telur” juga merupakan bagian dari festival budaya ini, selain tentunya menyantap Bakcang.
Namun, selain pada saat momen perayaan Duan Wu (Bak Cang), konon tradisi “menegakkan telur” ini juga dapat dilakukan pada :
1.Saat Lichun (立春) yang menandakan awal permulaan Musim Semi di Asia Timur. Penetapan hari ini berasal dari kalender tradisional Asia Timur yang membagi tahun menjadi 24 bagian matahari. Lichun dimulai ketika matahari mencapai bujur langit 315° dan berakhir pada saat mencapai garis bujur 330°. Lichun (istilah untuk garis bujur pertama) terjadi pada tanggal 04-05 Februari; dimana biasanya bertepatan atau agak bertepatan (15 hari pertama) dengan perayaan Imlek.
2. Saat Kau Chun, tanggal 30 bulan 12 penanggalan Imlek (namun perhitungan tanggalnya bisa berubah-ubah).
3. Pada saat spring/vernal equinox (20 Maret)
4. Pada saat summer solstice (21 Juni)
5. Pada saat autumnal equinox (23 September)
Tapi ada juga yang beranggapan bahwa untuk menegakkan telur dapat dilakukan setiap hari. Posisi matahari, bulan, dan bintang tidak ada hubungannya dengan aktivitas membuat telur berdiri.
Ilmu Fisika mengajarkan bahwa benda dapat berdiri dengan stabil apabila titik beratnya tepat berada di atas titik tumpuan. Demikian pula halnya dengan telur ayam. Membuat telur ayam berdiri di salah satu ujung lancipnya berarti membuat titik berat telur berada di atas titik tumpunya (bagian telur yang menempel dengan alas; posisi ujung lancipnya). Tentu saja telur akan menjadi lebih sulit berdiri apabila cairan di dalam telur masih bergerak-gerak. [JX/Tionghoa.info/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here