Menempuh Puluhan Jam Perjalanan untuk Rayakan Cengbeng

(Foto: JX/dok/Theepochtimes)

BEIJING, JIA XIANG –  Lebih dari 2.500 tahun lalu, perayaan cengbeng atau tomb sweeping day, telah menjadi kegiatan rutin bagi orang-orang Cina guna mengenang dan menghormati para leluhur dan mereka yang telah wafat. Tapi sampai kini, walau pun sudah ada sedikit perubahan arti, namun cengbeng masih terpelihara dengan baik.

Shi Yukun, harus menempuh perjalanan 15 jam dengan pesawat terbang dari Birmingham Inggris menuju Kaifeng di Provinsi Henan, via Frankfurt dan Beijing. “Bagi saya, cengbeng adalah hari libur kedua yang penting dalam perayaan di musim semi ini,” ujarnya.

Shi teringat ketika dia masih muda, seluruh keluarganya berencana untuk menempuh perjalanan beberapa hari sebelum perayaan itu. Mereka berdoa dan pergi ke makam secara bersama-sama.

“Anak-anak berlutut di depan makam, sedangkan orang dewasa berdoa,” ujarnya. “Anak-anak juga kebagian tugas: membakar gulungan kertas. Yang tercepat membakar kertas itu akan mendapat hadiah saat piknik.”

Shi hijrah ke Inggris sekitar tujuh tahun lalu. “Setelah saya keluar, saya baru merasakan emosi yang begitu besar dari orang-orang Cina terhadap leluhur mereka. Perayaan Cengbeng adalah penyaluran untuk menyampaikan perasaan itu,” tambahnya.

(Foto:JX/dok/theepochtimes)

Di Privinsi Qinghai, Cina bagian barat, Zhang Shenglin, pensiunan karyawan kereta api, selalu membawa minuman beralkohol ke makam kawannya. Setiap perayaan Cengbeng, dia minum dan berbicara pada rekannya itu, walau pun rekannya kini sudah tiada.

“Tujuh rekan kerja saya semua telah wafat dalam pembangunan jalan kereta Qinghai-Tibet. Empat diantara mereka meninggal di tangan saya,” ujar Zhang (62 tahun) yang mulai bekerja sejak tahun 1974. Pekerjaan pertamanya adalah menggali terowongan di badan gunung setinggi 3.800 meter.

“Kita, selama tiga tahun menyelesaikan terowongan itu. Tetapi beberapa diantara mereka wafat akibat banjir ketiga membangun terowongan itu atau tewas akibat tertindih bebatuan yang berjatuhan,” ungkapnya. “Saya sangat merindukan mereka.”

(Foto:JX/chinadaily)

Shi dan Zhang adalah dua dari tibuan orang yang datang mengunjungi makam keluarga dan kerabat selama cengbeng. Berbagai tempat pemakaman seperti di Changsha, Ibu Kota Provinsi Hunan, diramaikan oleh para pengunjung.

Bahak bagi sekelompok orang cengbeng membawa berkah bagi mereka, yaitu ada pekerjaan yang bisa mereka lakukan yaitu mengatur lalu lintas dan memberikan informasi bagi yang membtuhkan. Paling tidak mereka akan bekerja selama 10 hari selama cengbeng. [JX/Xinhua/Eka]

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here