Menggunakan Sumpit pun Ada Aturannya

(Foto: JX/Ist)

JAKARTA, JIA XIANG – Sumpit (Hanzi : 筷子/箸; pinyin : Kuàizi/zhù) sudah digunakan sejak zaman dulu oleh orang Tiongkok, dan sudah menjadi tradisi secara turun-temurun hingga sekarang, walaupun  banyak juga yang menggunakan peralatan makan modern seperti sendok, pisau dan garpu.

Cara menggunakan sumpit pada umumnya adalah dengan tangan kanan, ibu jari dan jari telunjuk menjepit bagian atas sumpit, sementara ketiga jari yang lain membengkok dengan alami menahan/menjepit sumpit. Kedua batang sumpit haruslah berukuran sama panjang dan besar.

Sementara pada penggunaannya, sumpit harus diletakkan dengan rapi secara sejajar di bagian kanan mangkuk sebelum makan; dan diletakkan dengan rapi secara sejajar di tengah mangkuk setelah selesai makan.

Ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan apabila kita sedang makan dengan menggunakan sumpit :

1. Tiga Panjang Dua Pendek

Di saat kita sedang makan atau sebelum makan, jangan meletakkan sumpit dengan panjang yang tidak sama di atas meja. Hal ini dianggap tabu dan biasanya disebut ‘tiga panjang dua pendek’, dimana maksudnya adalah ‘kematian’. Sebab pada zaman dulu orang Tiongkok menganggap bahwa setelah seseorang meninggal, dia harus dimasukkan ke dalam peti mati, dan  saat peti belum ditutup, bagian penyusun peti mati depan dan belakangnya adalah dua buah papan kayu pendek, dimana kedua sisi dan pada bagian dasarnya adalah tiga buah papan kayu panjang. Kelima papan kayu ini apabila digabungkan menjadi peti mati, yang disebut tiga panjang dan dua pendek. Karena itulah hal ini dianggap tabu.

2. Menggunakan Sumpit Sambil Mengeluarkan Suara

Tindakan ini juga tidak diperkenankan; yakni mengulum sumpit dalam mulut, dan menghisap-hisapnya, sambil mengetuk-ketuk gigi hingga mengeluarkan bunyi. Sikap ini dianggap sebagai perbuatan yang teramat rendah. Sebab makan sambil menghisap sumpit pada dasarnya adalah perbuatan tak sopan, apalagi sampai mengeluarkan suara, lebih membuat orang jengkel. Biasanya orang yang melakukan hal ini akan dianggap tidak diajar tata krama dalam keluarganya.

3. Memukul/Mengetuk Mangkuk Nasi

Perbuatan mengetuk2 mangkuk dengan sumpit seperti ini dipandang seperti pengemis yang sedang meminta-minta makanan. Karena pada zaman dulu, hanya pengemis sajalah yang memukul mangkuk dengan sumpit sebagai tanda ingin meminta makanan. Perbuatan ini dianggap sebagai perbuatan rendahan yang tidak disukai orang.

4. Dengan Sumpit  “Menggali Kuburan”

Ini berarti mengorek-ngorek menu makanan yang tersaji di tengah meja dengan sumpit, seolah-olah tidak ada orang sekitarnya, lalu dengan sumpitnya mulai mengitari masakan untuk mencari makanan yang diinginkan. Ini bagaikan perampok kuburan yang sedang menggali kubur. Orang yang melakukan perbuatan ini pertanda tidak tahu aturan, congkak, sehingga dihindari orang.

5. Menjatuhkan Makanan Dengan Sumpit

Saat mengambil makanan dengan sumpit untuk dimasukkan ke dalam mangkuk sendiri, tangan kita kurang mantap, sehingga makanan jatuh ke mangkuk makanan lain, atau jatuh di atas meja. Perbuatan ini dianggap tidak tahu aturan, tidak boleh dilakukan.

6. Memegang Sumpit Secara Terbalik

Jangan menggunakan sumpit secara terbalik. Perbuatan ini tidak disukai orang, karena seperti tidak peduli sopan santun dan tata krama.

7. Hanya Menggunakan Sebilah Sumpit

Saat makan hanya memakai satu batang sumpit untuk mencari makanan dalam piring,. Ini sama saja dengan menghina orang lain yang makan semeja dengan kita. Tindakan seperti ini sama dengan mengacungkan jari tengah kepada orang lain pada budaya Barat.

(Foto: JX/Ist)

8. Menusuk Makanan Dengan Sebatang Sumpit, Seperti “Mempersembahkan Hio di Hadapan Orang Banyak”

Ada orang yang sebenarnya bermaksud baik dengan mengambilkan makanan untuk orang lain. Namun untuk alasan kepraktisan, dia menggunakan satu batang sumpit, ditusukkan pada makanan, kemudian dioperkan kepada orang tersebut. Cara ini dianggap tidak menghormati orang lain, karena dalam tradisi Tiongkok ini seperti saat akan mempersembahkan hio; jadi bagaikan memberikan hio kepada orang mati. Maka menancapkan sumpit ke dalam mangkuk tidaklah sopan.

9. Menyilangkan Sumpit Diatas Meja

Hal ini biasanya kurang diperhatikan oleh orang; yakni saat makan dengan sumpit kita menyilangkan sumpit di atas meja dengan sembarangan. Hal ini tidak boleh dilakukan, karena biasanya dengan membentuk tanda silang di atas meja makan dengan sumpit, seakan kita menyalahkan orang lain yang semeja. Seperti seorang murid membuat kesalahan di buku PR nya, lalu guru memberi tanda silang di sana. Selain itu, perbuatan ini juga seperti tidak menghormati diri sendiri, karena di pengadilan jaman dulu, menorehkan tanda silang pada kertas berarti mengakui diri sendiri bersalah.

10. Menjatuhkan Sumpit ke Lantai, Seperti  “Mengagetkan Dewa”

“Mendarat mengagetkan dewa” berarti menjatuhkan sumpit ke lantai. Ini adalah perbuatan yang sangat tidak sopan. Karena menurut kepercayaan orang Tiongkok, leluhur yang sudah meninggal dan Dewa Tu Di Gong semuanya tinggal di bawah tanah, jadi tidak boleh diganggu. Sumpit yang jatuh ke lantai akan mengagetkan leluhur dan Dewa yang ada di bawah tanah. Hal ini dipandang tidak berbakti, sehingga tidak diperkenankan.

Namun ada cara dalam mengakalinya. Jadi saat sumpit kita terjatuh ke lantai, kita harus segera menggambar huruf Shí (十) di lantai menggunakan sumpit tersebut. Ini seperti berarti bahwa saya tidak seharusnya mengagetkan leluhur, lalu mengangkat sumpit sambil berucap wǒ gāisǐ (我該死) yang berarti ‘saya seharusnya mati’.

Sepuluh hal itu  perlu diperhatikan dalam kehidupan sehari-hari dalam menggunakan sumpit. Sebagai bentuk sopan santun, dengan mengerti cara penggunaan sumpit akan menjadikan orang lain memandang kita sebagai orang yang berbudi luhur. [JX/Tionghoa.info/Eka]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here