Mengharap Jasad Suami Tercinta

Libia, Jia Xiang – Dua tahun sudah orang kuat Libia, Muamar Khadafi wafat. Selama dua tahun itu pula banyak hal terjadi di negeri yang pernah dipimpin oleh seorang tentara berpangkal Kolonel.

Tumbangnya kediktatoran Libia ditandai dengan pemberontakan rakyatnya,  dan klimaksnya, Khadafi tertangkap dan tewas dalam sebuah aksi penyerbuan oleh para pemberontak ke tempat persembunyiannya di Kota Sirte, tempat kelahirannya, pada 20 Oktober 2011.

Di satu sisi tumbangnya kediktatoran itu, memberi harapan baru bagi rakyat negeri itu. Tetapi, di sisi lain, bagi keluarga mendiang Khadafi, setumpuk kekesalan, keputusasaan, dan kesedihan masih menjadi bagian kehidupan mereka di tanah pengasingan. Itu pula yang mendorong istri mendiang Khadafi menghendaki agar jasad suami dan anaknya yang tewas tahun 2011 dikembalikan kepada keluarga, supaya bisa dimakamkan secara benar.

Adalah Safia Farkash al-Baraasi, istri Khadafi menggunakan berbagai saluran internasional, seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Uni Eropa, supaya membantunya mendapatkan kembali jasad suaminya. Bukan tanpa alasan, sejak Khadafi dan anaknya ditangkap dan tewas pada 20 Oktober 2011, Safia tidak pernah melihat langsung kondisi mantan orang kuat Libia itu.

Begitu juga dengan anak sulungnya, Saif Al-Islam, yang ditangkap pemberontak sebulan kemudian di selatan Libia, bahkan dia pun sampai kini tak tahu keberadaannya.

Bukan sampai di situ, menurut gulfnews.com,  Safia pun meminta Uni Afrika (UA) menggelar penyelidikian soal kematian dua pria yang dicintainya. Dia merasa haknya sebagai istri, tidak dihargai. Jenazah Khadafi,setelah penangkapan, diletakan di kota pelabuhan, Misrata, kemudian dimakamkan di tempat rahasia.

Karena itulah dalam sebuah surat, yang termuat di situs web Voice of Russia,   Safia meminta PBB, UE, dan siapa saja terkait langsung dengan tewasnya Khadafi menjelaskan di mana martir ini dimakamkan, dan mengizinkan keluarga menguburkannya secara benar. Bahkan dia juga minta dibantu untuk  bisa menghubungi Saif Al-Islam.
Sejak Saif ditangkap, dia tampaknya ditahan oleh mantan kelompok pemberontak di sebelah timur Kota Zintan. Berita yang beredar pun menyebutkan bahwa Saif tengah menunggu persidangan atas tuduhan keterlibatan dalam pemberontakan tahun 2011.

Safia dan ketiga anaknya, Ayesha, Hannibal, dan Mohammed lari ke Aljazair bulan Agustus 2011, bertepatan dengan masuknya pemberontak ke Kota Tripoli, ibu kota Libia. Bahkan mereka sudah mendapat suaka dari Oman tahun ini. Anak kedua Khadafi, Al Saadi Al Khadafi, lari ke Niger bulan September 2011. Sementara anak Khadafi lainnya, Mutassim dan dua adiknya tewas pada konflik 2011. Adik Moatasim yaitu Saif Al-Arab tewas akibat serangan NATO, dan Khamis, setelah bertempur dengan pemberontak.

“Saya menuntut komunitas dunia harus membantu saya supaya bisa menghubungi anak saya, Saif Al-Islam yang diperkirakan diisolasi dari beberapa anggota,” ungkap Safia, istri kedua Khadafi, yang diberitakan memiliki 20 ton emas  dan   Buraq Air. Kekayaannya diperkirakan mencapai  30 miliar dollar AS. [JX/E4]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here