Menguak Kasus Pembunuhan Kim Jong-nam

Oleh : Iman Sjahputra

Satu lagi seorang yang berpaspor Indonesia diduga terlibat tindak kriminal di luar negeri. Kali ini tidak tanggung-tanggung, kasusnya adalah dugaan pembunuhan terhadap anak petinggi Korea Utara.

Kalau kasusnya semata pembunuhan, mungkin persoalannya menjadi lain. Tetapi ini pembunuhan terhadap Kim Jong-nam yang notebene adalah anak mendiang pemimpin Korea Utara, dan sekaligus kakak tiri dari Presiden Korea Utara yang sekarang berkuasa, Kim Jong-un.

Secara kasat mata memang terlihat seperti pembunuhan biasa, tetapi banyak orang bertanya-tanya mengapa prosesnya terjadi secara terbuka di bandara di Kuala Lumpur, Malaysia? Bagi Indonesia ini sebuah pekerjaan rumah yang luar biasa beratnya, karena wanita yang diduga terlibat pembunuhan itu adalah warga negara Indonesia.

Muncullah berbagai spekulasi, apakah WNI itu terlibat spionase agen asing untuk menghabisi nyawa Kim. Tidak sampai di situ, tetapi cerita pun berkembang hingga ke ranah politik dalam negeri Korea Utara. Tersebarlah berita bahwa memang di dalam keluarga pemimpin Korea Utara itu terjadi perebutan kepemimpinan.

Bahkan beredar berita yang menyebutkan bahwa Presiden Korea Utara Kim Jong-un sudah “menghabisi” dua kakak tirinya yang sama-sama berpeluang untuk duduk sebagai orang nomor satu di Korea Utara. Namun sejauh mana kebenaran berita itu, masih perlu diselidiki lebih jauh dan mendalam.

Namun alhasil, bahwa pihak kepolisian Malaysia pun menangkap seseorang berkewarganegaraan Korea Utara yang diduga terlibat pembunuhan Kim Jong-nam itu. Nah mungkin sedikit demi sedikit, asap pekat seputar pembunuhan itu akan lenyap, dan segera diketahui siapa pelaku dan motif pembunuhan itu.

Yang pasti dugaan keterlibatan seorang WNI perlu ditelusuri lebih jauh. Apakah dia memang “dibayar” untuk membunuh, atau dia direkrut oleh pihak Korea Utara untuk menjalankan tugas khusus tersebut. Atau mungkin, bisa juga, dia menjadi korban atau dijadikan korban guna menutupi pelaku yang sebenarnya, sehingga terkesan sebagai kasus pembunuhan biasa, tanpa ada kaitan dengan pemerintah Korea Utara.

Ceritanya masih panjang. Kisah ini mungkin saja berdampak ke mana-mana. Bisa juga berdampak pada hubungan diplomatik Korea Utara dengan Malaysia, dan mungkin juga berdampak kepada Indonesia.

Yang pasti memang kita, sebagai warga Negara Indonesia sepatutnya berhati-hati bila berada di luar negeri atau dalam mencari kerja di negara lain. Bukan tidak mungkin perekrutan seperti itu, bisa terjadi di mana saja dan pada siapa saja.

Untuk itu menjadi tugas pemerintah, dalam hal ini Kementerian Luar Negeri untuk tidak henti-hentinya dan tidak bosan-bosannya mensosialisasi dan mengingatkan soal keamanan bagi warga Negara Indonesia yang bepergian, menuntut ilmu maupun mencari kerja di luar negeri.

Terkait kasus Kim Jong-nam ini, pasti akan berdampak ke man-mana dan kisahnya pun akan panjang. Kita tidak tahu akan berujung ke mana? Apakah sebatas vonis pembunuhan semata atau berakhir di pemerintahan Korea Utara. Yang pasti, sampai saat ini semua belum jelas.

Dan reaksi apa pun dari Korea Utara belum terlihat jelas pula, hanya keinginan mereka untuk menolak otopsi yang dilakukan pemerintah Malaysia.

Jadi, kita tidak tahu arah peristiwa ini akan ke mana. Kita tunggu saja, kisah yang cukup mengejutkan bagi para petinggi di negeri kita tercinta ini termasuk sebagai warga negara Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here