Menhan Malaysia : Pernyataan Dubes Korut Telah Melampaui Batas

Menhan Malaysia, Datuk Seri Hishamuddin Hussein (Foto: JX/NST)

PORT KLANG, JIA XIANG – Menteri Pertahanan Malaysia Datuk Seri Hishammuddin Hussein, menegaskan bahwa pernyataan  Duta Besar Korea Utara untuk Malaysia, Kang Chol,  terkait penyelidikan Malaysia atas kasus pembunuhan Kim Jong-nam, telah melampauai batas. 

Pernyataannya itu, menurut Datuk Seri Hishammuddin Hussein, Rabu (22/2/17) di Kuala Lumpur, telah melampaui tugasnya sebagai wakil diplomatik.  “Apa pun kasus pidana yang terjadi harus diselidiki berdasarkan hukum negara itu, dan dengan demikian saya setuju dengan pendapat bahwa duta besar Korea Utara  melampaui tugasnya sebagai wakil diplomatik,” tegas Menhan Malaysia seperti dikutip koran New Straits Times, Kamis (23/2/17) di Kuala Lumpur.

Bagi Menhan Malaysia,  ini adalah ketidakwajaran diplomatik. duta besar  telah berkata kasar. “Saya percaya bahwa semua penyelidikan kasus ini. Sebagai mantan Menteri Dalam Negeri, kasus ini berada  di tangan yang benar yaitu kepolisian,” katanya kepada wartawan di Boustead Cruise Centre di Pulau Indah.

Sementara itu, Senin (20/2/17) di Putrajaya, Malaysia, Kang Chol, Duta Besar Korut untuk Malaysia mengatakan bahwa dia menuntut agar jenazah Kim Jong-nam segera diserahkan tanpa ditunda-tunda. Bahkan dia mengklaim bahwa permintaan Kedubes Korut ditolak walaupun sudah menyerahkan sejumlah dokumen ke Kementerian Luar Negeri.

Kang Chol juga menduga bahwa Malaysia mencoba untuk menutup-nutupi sesuatu dan berkolusi dengan kekuatan musuh untuk melawan Korut.

Staf Kedutaan Korut

Pada Rabu (22/2/17) di Kuala Lumpur, Kepolisian Malaysia bisa memanggil paksa seorang pejabat tinggi di Kedutaan Besar Korea Utara (Korut) di Kuala Lumpur terkait pembunuhan Kim Jong-nam, kakak tiri pemimpin Korut, Kim Jong-un.

Tan Sri Khalid-Abu-Bakar (Foto: JX/NST)

Pembunuhan terjadi pekan lalu di Bandara Internasional Kuala Lumpur, melibatkan antara lain seorang perempuan Indonesia.  Polisi juga memapar rincian peristiwa pembunuhan, antara lain bahwa Kim terbunuh setelah dua perempuan menghampirinya dan menyemprotkan racun ke wajahnya.

Berkembang tudingan bahwa Korut berada di balik pembunuahn itu, hal yang dibantah keras oleh Dubes Korut di Kuala Lumpur.  Menurut  ujar Kepala Polisi Malaysia, Tan Sri Khalid Abu Bakar, Rabu di Kuala Lumpur,  mereka juga memperpanjang masa penahanan Siti Aisyah perempuan Indonesia yang disangka sebagai salah satu pelaku pembunuhan, selama tujuh hari ke depan hingga 1 Maret 2017.

Mereka, tambah Khalid,  juga memburu tiga tersangka warga Korut yang diyakini masih berada di Malaysia.  Salah satunya adalah Sekretaris Kedua Kedutaan Besar Korut di Kuala Lumpur, Hyon Kwang Song. Dua lagi adalah Kim Uk Il, staf maskapai penerbangan Korut, Air Koryo, dan Ri Ji U.

Khalid Abu Bakar menambahkan,  pihaknya sudah menulis surat ke Kedutaan Korut di Kuala Lumpur agar polisi Malaysia diizinkan mewawancari Hyon dan dua pria lain, yang diyakini masih berada di Malaysia.

“Jika kedutaan Korut tidak bersedia bekerja sama, pihaknya akan  ‘memaksa’ mereka untuk mendatangi Kepolisian Malaysia,” tegasnya sambil menambahkan, ada empat tersangka warga Korut  yang dicurigai sudah meloloskan, pulang ke negaranya, dan seorang lagi, Ri Jong Chol, sudah ditangkap. Kini dia berada di tahanan Polisi Malaysia.

Disampaikan pula bahwa pengamanan di sekitar kamar mayat Kim Jong-nam diperketat setelah ada upaya pembobolan ke kamar tersebut. Yang juga sudah ditahan adalah perempuan asal Indonesia, Siti Aisyah, perempuan Vietnam Doan Thi Huong, dan seorang lelaki Malaysia.  [JX/BBC/Eka]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here