MEDAN, JIA XIANG – Keindahan Danau Toba dari 7 kabupaten yang mengelilinginya memiliki keunikan tersendiri. Bukan semata sebagai destinasi wisata yang mengesankan, Danau Toba juga memiliki wisata sejarah yang perlu dilestarikan.

Baru-baru ini, mahasiswa Pasca Sarjana Sekolah Tinggi Theologia (STT) Paulus Medan untuk mengibarkan bendera merah putih di Pusuk Buhit (artinya puncak bukit). Menurut Adolfina Elisabeth Koamesakh, yang baru pulang dari Pusuk Buhit  bersama teman-temannya dari STT ini, Pusuk Buhit bagi orang Batak dikenal sebagai gunung suci.

Menurut sejarah yang diperoleh tokoh adat di pangururan, paparnya, Pusuk Buhit merupakan tempat turunnya si Raja Batak. Pusuk Buhit juga dikenal dengan sebutan Gunung Toba,memiliki ketinggian mencapai 1.500 m dpl dan 1.077 dari permukaan Danau Toba.

Umumnya, suku Batak percaya kalau Siraja Batak diturunkan langsung di Pusuk Buhit, sebuah bekas gunung vulkanis dekat Pangururan (ibu kota Kabupaten Samosir). Siraja Batak kemudian membangun perkampungan di salah satu lembah gunung tersebut dengan nama Sianjur Mula-mula.

Pusuk Buhit menjadi puncak bukit tertinggi untuk menyaksikan keindahan alam dan pesona Danau Toba. (Foto-foto: JX/James Pardede)
Pusuk Buhit menjadi puncak bukit tertinggi untuk menyaksikan keindahan alam dan pesona Danau Toba. (Foto-foto: JX/James Pardede)

Letak perkampungan itu berada di garis lingkar Pusuk Buhit, yang berbatasan dengan perkampungan Sagala dan Limbong Mulana. Ada dua arah jalan daratan menuju Pusuk Buhit. Satu dari arah Tomok (bagian Timur) dan satu lagi dari dataran tinggi Tele.

“Kami berangkat dari Medan malam hari dan sampai di Sianjur Mula-mula dini hari, kemudian langsung melanjutkan perjalanan ke Pusuk Buhit,” kata Adolfina.

Angin yang bertiup kencang terasa dingin dan menusuk ke pori-pori, tapi itu tidak menyurutkan semangatAdolfina dan teman-temannya untuk tetap berjalan menapaki jalan menuju Pusuk Buhit. Keindahan dan pesona Danau Toba dari puncak Pusuk Buhit terasa sangat mengesankan dan mengesampingkan rasa lelah saat mendaki ke puncaknya.

Menurut Adolfina, saat berada di puncak bukit ini, terbitnya matahari pagi (sunrise) bisa disaksikan dan saat malam hari kita merasa seperti dapat menggapai langit waktu bintang-bintang berkedipan di angkasa.

“Ini adalah salah satu bukit yang sangat luar biasa, dan ini menjadi salah satu bukit pemberian Tuhan yang sangat indah. Di atas bukit ini ada dipancangkan bendera warna merah, putih dan hitam sebagai lambing warna khas suku Batak,” tandasnya.

Untuk mengenalkan keindahan wisata Danau Toba, termasuk Pusuk Buhit, pemerintah setempat harus benar-benar membangun infrastruktur dan sarana prasarana di puncak bukit ini.

Sebelum naik ke puncak bukit, ada patung raja-raja Batak dan di bawahnya ada Batu Hobon. Pusuk Buhit menjadi puncak bukit tertinggi untuk menyaksikan keindahan alam dan pesona Danau Toba.[JX/jpp/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here