Menjadikan Manusia Lebih Bermoral Menjadikan Manusia Lebih Bermoral

Jia Xiang – Menjadi keprihatinan kita semua melihat beragam aksi kejahatan yang dilakukan berbagai pihak, mulai dari rakyat jelata hingga ke pejabat negara. Jenis kejahatannya pun beragam. Bukan hanya sebatas pemerasan, penganiayaan, pembunuhan, dan narkotika, tetapi yang saat ini menjadi “primadona” adalah tidak kejahatan  korupsi.

Berbagai aksi itu mencerminkan bobroknya perilaku dan moral manusia. Apa sebenarnya yang ada di dalam hati dan pikiran para pelaku aksi kejahatan itu, tatkala mereka melakukan aksi kejahatan? Apakah mereka sempat memikirkan orang lain, atau justru hanya diri sendiri?

Bertindak jujur, arif dan mau menolong sesama, adalah orang yang saat ini dibutuhkan atau diidolakan  masyarakat. Mengapa? Hal itu karena masyartakat pun sudah muak dengan berbagai tindak kejahatan yang ada, apa lagi pejabat negara yang sudah tidak malu berbuat jahat, bahkan sampai tertangkap tangan ketika hendak “bertransaksi”.

Tampaknya kita perlu merenungkan kembali, hakikat hidup sebagai manusia yang bermatabat. Manusia, sebenarnya diciptakan bukan untuk mementingkan, mengurus, atau memperhatikan dirinya sendiri, tetapi harus menyadari bahwa kita juga hidup dengan manusia lainnya. Manusia yang juga membutuhkan uluran tangan, perhatian, dan bantuan dari pihak lain yang lebih mampu.

Kita perlu menyadari hidup untuk bisa saling menolong. Tepatlah kiranya Idul Adha atau Hari Raya Qurban yang jatuh pada hari Selasa (15/10/13) ini, kita merefleksi diri, sejauh mana kita sudah membuat hidup orang lain bermakna.

Di hari raya ini, sepatutnya kita sudah bisa lebih memahami makna qurban, yang  bisa menjadi penting yaitu bukan sekadar menyembelih hewan saja,  tetapi sebenarnya jauh lebih luas dari itu,  ialah  mengendalikan dan menghapus hawa nafsu  dari berbagai perbuatan tercela. Dengan kata lain, pada hakekatnya berqurban adalah bukti dari ketaatan total kita sebagai manusia terhadap perintah-perintah Tuhan.

Dengan kata lain, qurban mengandung makna yang sangat luas. Jika kita menerapkan qurban dalam kehidupan manusia setiap hari, maka moral dan etika manusia yang menjalankannya dapat mencapai kemajuan yang luar biasa.

Semua manusia, apakah dia penegak hukum, politisi, guru, pengusaha, pembantu rumah tangga, buruh, profesional, dan lainnya akan menjalankan fungsi masing-masing dengan baik dan berlandaskan pada nilai-nilai moral.

Hal yang diinginkan adalah munculnya solidaritas, rasa kepedulian, dan perhatian terhadap sesama. Ketiga hal tersebut adalah landasan untuk menciptakan rasa kebersamaan dalam sebuah tatanan kehidupan umat manusia yang bermantabat dan bermoral.

Jadi, sudah saatnya kembali  mempertebal rasa kemanusiaan, sekaligus mengasah kepedulian  kita terhadap berbagai masalah sosial, mengajarkan sikap saling menyayangi terhadap sesama. Kita tidak mungkin mengharapkan uluran tangan orang lain, kalau tidak dimulai dari diri sendiri. Keteladanan dan kesadaran inilah yang harus tumbuh sumbur di negeri ini.

Janganlah ritual-ritual keagamaan ini dijadikan kegiatan rutin yang sekarang untuk menjalankannya saja. Tetapi sebuah ritual yang setiap saat selalu memperbarui kualitas hidup dan nilai moral kita, bukan hanya kepada sesama, tetapi yang lebih penting kepada Tuhan. Selama Hari Raya Idul Adha! [Edwin K]

SHARE
Previous articleMonorail Rakyat
Next articleSolusi untuk Semua

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here