Menjaga Keutuhan Indonesia

Oleh: Iman Sjahputra

Belakangan ini ada saja persoalan yang muncul di negeri kita tercinta ini. Bila disimak, persoalan kecil pun bisa “meledak” menjadi besar. Bahkan persoalan apa pun yang muncul, bisa saja dikait-kaitkan, seakan-akan satu hal dengan hal lainnya saling hubungan.

Entah bagaimana caranya, yang pasti “riuhnya” kondisi sekarang ini, memang perlu disikapi lebih bijak, dewasa, dan dengan kepala dingin.  Mengapa? yang seperti dikatakan, ada saja hal yang tidak saling berhubungan dikait-kaitkan, sehingga seakan-akan berhubungan. Dan bukan sampai di situ, bila hal itu terkait dengan nama orang, tokoh, atau kelompok tertentu, akan lebih mudah lagi membesar. Ujung-ujungnya, makin ramai negeri kita ini.

Yang perlu diingat, sederhana saja, makin  “riuhnya” negeri kita, dengan aneka persoalan, apalagi bernuansa politik, maka makin “meriah” kegaduhannya. Yang mengherankan banyak pihak pun ikut membunyikan genderang, banyak pihak mengipas-ngipas, dan ikut bersuara.

Artinya negeri kita ini akan makin ramai dengan persoalan. Kita tak perlu menyebutkan persoalan yang sedang berkembang. Sebab masyarakat sudah tahun dan bisa memilih dan memilah sendiri, aneka persoalan sesuai dengan selera masing-masing.  Di berbagai media, baik elektronik, cetak, bahkan media sosial pun sekarang sudah menjadi tempat untuk membaca berita yang sesuai keinginan kita.

Dengan kata lain, dapatkan kita berpikir dewasa menghadapi kondisi seperti itu. Sebab makin “gaduhnya” negeri kita dengan aneka persoalan yang berseliweran di berbagai media, bukan tidak mungkin banyak orang akan merasa terganggu. Dapatkah kita berpikir tenang untuk sejenak? Dapatkah kita menahan diri barang sejenak? Dapatkah kita menjalani kehidupan masing-masing tanpa diwarnai aneka kekhawatiran?

Semua pertanyaan itu sebenarnya kembali ke diri masing-masing.  Sebab menjaga kedamaian, ketenangan, keamanan negeri kita adalah hak dan tugas kita sebagai warga negara.

Tugas ini bukan saja diri kita sebagai rakyat jelata, tetapi juga para elite di pemerintahan ini, termasuk para elite politik dan lembaga lain. Kita harus sama-sama secara serentak menjaga keamanan, ketenangan, keamanan, dan “keteduhan” negeri kita. Hal ini tidak bisa dilakukan oleh satu pihak, rakyatnya saja. Tetapi juga harus dari elemen-elemen lain, termasuk para elite di pemerintahan dan lembaga lain termasuk para pemimpin politik negeri ini.

Kita harus sama-sama dan mau menjadi teladan bagi diri sendiri. Mau menjaga keutuhan negeri kita, dan jangan mau “diperalat” oleh suasana yang selalu menimbulkan kekhawatiran, apalagi yang bernuansa memecah belah negeri ini.

Kekhawatiran yang mengarah pada pemecah belahan bangsa dan negeri ini, harus dihindari. Kita sebagai rakyat negeri ini, tidak mau lagi hidup tertinggal dari negeri lain. Kita yang sudah melangkah maju, jangan sampai mundur jauh. Ujung-ujungnya kita semua yang rugi, hidup susah, dan tidak akan bisa berbuat banyak di tengah kemajuan di berbagai bidang.

Kalau ada muncul persoalan terkait misalnya menjelang pilkada, masalah ekonomi, pembangunan, dan lainnya, sebaiknya ditangani dengan cara yang baik dan tepat. Faktor-faktor yang menyebabkan munculnya kekhawatiran itu, perlu diredam dan dieliminasi. Bila tidak, semua faktor kehidupan akan terganggu, akibatnya kita menjadi negara yang tertinggal.

Apakah kita mau tertinggal lagi? Tentu tidak. Karena itu, menjadi tanggungjawab kita semua untuk tetap berpikir dewasa, arif , dan menghindari perpecahan. Kita hidup di negeri yang kaya akan budaya, kaya kepribadian, dan kaya nilai-nilai luhur. Untuk itu, mari kita jaga keuntuhan negeri kita bersama. Menjadi tanggungjawab kita untuk menjaga dan mengawalnya, supaya Indonesia, negeri kita tercinta ini, terhindari dari segala ancaman dan bahaya perpecahan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here