Menlu Asean Akan Bahas CoC dengan Cina

Jia Xiang –  Para menteri luar negeri anggota ASEAN  pada pertemuan di Brunei Darussalam sepakat mitranya dari Cina untuk membahas  “Code of Conduct (CoC)” dalam menyelesaikan sengketa di   Laut Cina Selatan.

Para menlu Asean ini akan terus mendorong supaya CoC tetap terbentuk sebagai implementasi  disepakatinya Declaration of Conduct (DoC). Selama ini, menurut Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa di Brunei, Kamis (25/4/13), proses kesepakatan terbentuknya CoC tidak bisa meninggalkan Cina.
Menurut Marty, Asean memang sudah menyepakati beberapa elemen dari CoC. Karena itu, untuk kesepakatan secara menyeluruh, maka tidak bisa meninggalkan Cina.

Ia menambahkan, semua negara di ASEAN menyadari sengketa Laut China Selatan tersebut merupakan batu ujian dalam pengelolaan kawasan.
Sengketa Laut Cina Selatan melibatkan sejumlah negara  ASEAN yaitu,  Vietnam, Filipina, Malaysia, Brunei Darussalam dan Kamboja,  serta Cina di pihak lain.  Wilayah yang diperebutkan adalah kawasan Kepulauan Paracel dan Spratly.

Sementara itu, Perdana Menteri Singapura, Lee Shien Loong menyatakan bahwa upaya pembahasan CoC sebagai ujian bagi kredibiltas Asean. Dan dia berharap Asean dapat memulai perundingan formal untuk membahas CoC sesegera mungkin.

“Penyelesaian isu dasarnya akan membutuhkan waktu yang panjang. Yang dapat  kita lakukan adalah mengakuinya, menatanya dan bekerja menuju disepakatinya CoC, berdasarkan pada prinsip-prinsip dasar. Kita telah sepakati   beberapa prinsip, seusai  Pertemuan Tingkat Menteri Asean tahun lalu yang tidak mencapai komunike bersama,” ujar Perdana Menteri Lee.

Sedangkan Presiden Filipina, Benigno Aquino, mengatakan, setiap orang pada pertemuan Asean ini sangat berkepentingan untuk mencapai sebuah resolusi secara damai dan juga menyuarakan kekhawatiran mereka bahwa pertikaian  ini makin tinggi. [berbagai sumber/E4]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here