Menunggu Keputusan PDIP

Kehadiran Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau sering disapa Ahok, pada acara peluncuran buku Megawati tentunya menarik perhatian banyak kalangan.  Kehadiran yang serba tak terduga itu, membuat semua pihak, terutama dari kalangan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan  (PDIP) pun terkejut.

Kehadiran ini tentunya menebar banyak spekulasi  yang muncul, apalagi belakangan ini, yang namanya Ahok maupun PDIP sama-sama sempat  diisukan “tegang” gara-gara  pemilihan gubernur DKI tahun 2017.

Memang kehadiran Ahok pada Rabu malam di Gedung Arsip Nasional dapat  memberi warna lain dalam menggambarkan hubungan kedua pihak.  Bagi PDIP mungkin sebuah langkah untuk sedikit meyakinkan khalayak ramai bahwa mereka tetap akan mendukung Ahok  sebagai calon  dalam pemilihan gubernur 2017.

Mungkin ini juga dijadikan momen penegasan bahwa tidak ada pilihan lain dalam memimpin Jakarta kecuali Ahok. Karena itu, entah kebetulan atau tidak. Entah ini skenario yang sudah diatur  atau bukan, yang pasti kehadiran Ahok pada Rabu malam menyiratkan bahwa hubungan PDIP dengan Ahok masih dalam kondisi baik.

Bahkan terkesan bahwa Ahok pun kini siap mendapat dukungan penuh dari PDIP. Hanya saja, pernyataan Megawati  juga dapat menyiratkan bahwa tidak akan terlalu terburu-buru memberikan dukungan.  Yang pasti menurut Ahok, Megawati menunggu revisi UU Pilkada sebelum memutuskan arah dukungan dari partainya.  Dengan kata lain, Megawati mau pun partainya  tidak akan terlalu tergesa-gesa dan gegabah memutuskan sesuatu yang penting.

Satu contoh yang mungkin masih teringat yaitu, dukungan pada Joko Widodo dan Ahok dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta tahun 2012.  Partai ini memutuskannya justru di detik-detik terakhir.  Artinya sekarang kita tahu ada strategi yang dimainkan oleh PDIP, hanya saja langkah apa yang akan ditetapkan, kita tunggu saja.

Ibaratnya, Ahok sudah menjadi calon yang benar-benar siap melanjutkan perjuangannya memajukan Jakarta. Hasil kerja dan berbagai bukti keberhasilannya pun tidak main-main. Terlepas dari kelemahannya, dia sudah memperlihatkan hasil nyata.  Bahkan, beberapa partai pun memperlihatkan dukungan yang lebih nyata lagi dibanding PDIP. Namun dengan belum adanya keputusan dari PDIP, maka tampaknya akan semakin membuat percaturan politik calon gubernur di DKI masih “berkabut”.

Jadi, memang  semua kini menunggu keputusan apa yang dibuat oleh PDIP. Tampaknya, bila PDIP sudah memastikan dukungan, maka terjawab semua teka-teki, dan spekulasi mengenai calon gubernur di Ibu Kota.

Sudah pasti, keputusan itu tidak akan tergesa-gesa. Dengan kata lain, masyarakat masih harus menunggu seperti apa jadinya pencalonan ini. Tetapi apa pun keputusan PDIP, yang pasti keputusan pertama dan utama ada di tangan rakyat. Secara politis mungkin di tangan partai, tetapi keputusan dan hasil akhir ada di tangan warga Jakarta. Sebab warga Jakarta sendiri yang menikmati hasil pembangunan dari orang yang memimpin Ibu Kota ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here